PANGANDARAN, RADARTASIK.ID -Si jago merah melahap sebuah bangunan gudang air kemasan di Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih, Selasa (21/7/2026). Kejadian tersebut menimbulkan kerugian senilai Rp 100 juta.
Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bagian atap serta sebagian besar isi bangunan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena bangunan dan sejumlah barang di dalamnya nyaris ludes terbakar.
Baca Juga:Imbalan 5% Tidak Berubah, Vendor Desak Pembentukan Satgas Penertiban Parkir di Kota TasikmalayaKasus Diare Kota Tasikmalaya Tembus 11.115, Ada yang Karena Seblak Pedas
Sejumlah warga tampak berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sebelum api semakin membesar. Tak lama setelah laporan diterima, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangandaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Anggota Damkar Kabupaten Pangandaran, Abdul membenarkan adanya peristiwa itu. Menurutnya, petugas segera bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima informasi kebakaran.
“Itu teman-teman sudah di lokasi. Barusan, lumayan besar,” katanya Selasa (21/7/2026).
Lokasi kebakaran berada di tepi Jalan Nasional Parigi–Pangandaran, sehingga memudahkan akses kendaraan pemadam menuju titik TKP.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Damkar Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Fajar Lazuardi, menyatakan proses pemadaman berlangsung efektif.
“Kami menerima laporan jam 14.44 WIB dan langsung melakukan penanganan di bawah 10 menit. Sekitar setengah jam lebih penanganan, api sudah berhasil dipadamkan dan lanjut proses pendinginan,” terangnya.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian atas gudang. Beruntung, tidak ada ledakan tabung gas maupun korban jiwa dalam peristiwa ini. Material atap yang terbuat dari kayu membuat api sempat berkobar hebat, namun tidak sampai merusak struktur utama bangunan di bagian bawah.
“Dugaan sementara karena korsleting listrik. Kebakaran melalap bagian atap yang terbuat dari kayu sehingga api cepat membesar. Sementara struktur bangunan permanen di bagian bawah tidak mengalami kerusakan berarti,” jelasnya.
Baca Juga:Imbalan Urus Parkir 5% Diatur Perwalkot, Dishub Kota Tasikmalaya Sebut Itu Sudah Disepakati dalam Kerja SamaKolaborasi MBK Ventura dan Baznas, Serahkan Bantuan di Ciawi Tasikmalaya dan Berikan Edukasi Kepada Masyarakat
Meski tidak ada korban jiwa, pemilik gudang ditaksir mengalami kerugian materiel mencapai lebih dari Rp100 juta akibat kerusakan atap. Hingga saat ini, pihak Damkar masih menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.(Deni Nurdiansah)
