Karena itu, Ganjar menilai kebijakan pemerintah tidak hanya diarahkan untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu peluang yang dapat dikembangkan pemerintah Kota Tasikmalaya adalah ekonomi syariah dan industri halal. Menurutnya, banyaknya pesantren serta berkembangnya pendidikan Islam di Kota Tasikmalaya menjadi modal untuk mengembangkan sektor tersebut.
Ia mengatakan, penguatan koperasi syariah, industri halal, wisata halal, serta pemberdayaan pesantren sebagai pusat kewirausahaan dapat menjadi keunggulan yang membedakan Kota Tasikmalaya dengan daerah lain.
Baca Juga:Telkomsel Tutup Semarak Piala Dunia 2026 dengan Nobar Final di Lebih dari 40 Titik Jabotabek JabarBPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Manfaat Rp 68,24 Triliun pada 2025, Jutaan Pekerja Rasakan Perlindungan Nyata
“Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi benar-benar menghasilkan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat kesejahteraan secara berkelanjutan,” ujarnya. (Fitriah Widayanti)
