Ekonomi Kota Tasikmalaya Tumbuh 6,97 Persen, Penguatan Fundamental Masih Jadi Tantangan

Ekonomi Kota Tasikmalaya
Dr(c) Ganjar Santika SEI ME, Dosen STEI Fitrah Insani Bandung.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Kota Tasikmalaya tumbuh 6,97 persen yoy pada Triwulan I 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat maupun nasional.

Meski demikian, Dosen STEI Fitrah Insani Bandung, Dr(c) Ganjar Santika SEI ME, menilai pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya pada triwulan pertama 2026 belum sepenuhnya mencerminkan penguatan fundamental ekonomi daerah.

Menurut Ganjar, pertumbuhan tersebut terutama ditopang meningkatnya konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Idulfitri yang mendorong belanja masyarakat untuk berbagai kebutuhan.

Baca Juga:Telkomsel Tutup Semarak Piala Dunia 2026 dengan Nobar Final di Lebih dari 40 Titik Jabotabek JabarBPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Manfaat Rp 68,24 Triliun pada 2025, Jutaan Pekerja Rasakan Perlindungan Nyata

Ia menambahkan, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) turut memperkuat daya beli masyarakat sehingga perputaran uang pada periode tersebut menjadi lebih tinggi.

Selain itu, Ganjar menilai peran Kota Tasikmalaya sebagai pusat perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan jasa di Priangan Timur turut menopang pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026.

Menurutnya, arus masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk berbelanja, menempuh pendidikan, maupun memperoleh layanan kesehatan ikut meningkatkan aktivitas transaksi di berbagai sektor usaha.

Meski aktivitas ekonomi mulai meningkat, Ganjar menilai kondisi tersebut belum cukup menunjukkan menguatnya fundamental ekonomi Kota Tasikmalaya.

Menurut pria yang menjabat sebagai Ketua Lazismu Kota Tasikmalaya itu, pertumbuhan pada triwulan pertama masih ditopang konsumsi rumah tangga dan faktor musiman sehingga belum mencerminkan penguatan sektor-sektor produktif yang menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Ia menjelaskan, penguatan fundamental ekonomi seharusnya ditandai dengan meningkatnya investasi, berkembangnya sektor industri pengolahan, naiknya produktivitas tenaga kerja, serta bertambahnya nilai tambah produk lokal.

Faktor-faktor tersebut dinilai mampu menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan tidak bergantung pada momentum tertentu.

Baca Juga:MOMOYO dan KITABISA Hadirkan Campaign Momoyo untuk 1000 Mimpi Anak Sepak Bola IndonesiaMessi Mati Kutu, Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Lewat Gol Ferran Torres di Babak Tambahan

“Oleh karena itu, capaian ini patut diapresiasi, tetapi tetap perlu diikuti dengan upaya memperkuat sektor-sektor produktif agar pertumbuhan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” katanya.

Meski demikian, Ganjar menilai pertumbuhan ekonomi yang terbilang tinggi ini bukan berarti tidak memberikan dampak. Ia mengatakan geliat aktivitas usaha mulai terlihat di sejumlah kawasan perdagangan dan jasa di Kota Tasikmalaya, seperti Jalan HZ Mustofa, Pasar Pancasila, Dadaha, pusat kuliner, hingga berbagai sentra UMKM.

0 Komentar