Sandro Sabatini: Yamal Belum Capai Level Messi Meski Bawa Spanyol Juara Dunia

Lamine Yamal
Lamine Yamal  Foto: Tangkapan layar Instagram@sefutbol 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini, memberikan analisis menarik setelah Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.

Menurutnya, keberhasilan La Roja mengalahkan Argentina di partai final tidak serta-merta membuat Lamine Yamal sudah bisa disejajarkan dengan Lionel Messi.

Dalam ulasannya di Calciomercatoweb, Sabatini menilai Spanyol memang pantas menjadi juara dunia.

Baca Juga:Rekor Baru Spanyol usai Juara Piala Dunia 2026: Cuma Kebobolan Satu Gol dan Catat 38 Laga Tanpa KalahSpanyol Tumbangkan Argentina, Ramalan Ronaldo Jadi Kenyataan

Tim besutan Luis de la Fuente kembali menunjukkan kualitasnya setelah dua tahun sebelumnya sukses menjuarai Piala Eropa.

Bagi Sabatini, La Roja saat ini adalah tim nasional terbaik di dunia. Namun, ada satu perbedaan besar dibandingkan saat mereka menjuarai Euro 2024.

“Spanyol kembali menjadi juara dunia, dua tahun setelah menjuarai Piala Eropa. Tim asuhan Luis de la Fuente kembali menang dan menegaskan bahwa mereka adalah tim terkuat yang ada saat ini,” tulis Sabatini.

Meski demikian, ia melihat para pemain muda yang sebelumnya menjadi motor permainan Spanyol tidak tampil seistimewa biasanya di final.

“Jika dua tahun lalu Timnas Spanyol digerakkan oleh dua pemain muda, Nico Williams dan terutama Lamine Yamal, kali ini mereka justru tidak menjadi tokoh utama. Terutama Yamal yang tampil jauh dari peran protagonisnya,” lanjutnya.

Final Piala Dunia 2026 sendiri berakhir dengan kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu.

Sepanjang pertandingan, Spanyol tampil sangat dominan. Mereka menguasai jalannya laga, menciptakan banyak peluang, dan memaksa Emiliano Martínez bekerja keras di bawah mistar gawang Argentina.

Baca Juga:Messi Menangis, Spanyol Berpesta! Ferran Torres Pastikan Gelar Juara Piala Dunia 2026Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Gol Semata Wayang Ferran Torres Hancurkan Mimpi Argentina 

Sebaliknya, Argentina tampil di bawah performa terbaiknya. Tim asuhan Lionel Scaloni lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan.

Sabatini bahkan menilai Lionel Messi juga gagal memberikan pengaruh besar dalam pertandingan tersebut.

“Messi juga tidak tampil menonjol di final. Argentina bermain sangat pasif, tidak pernah melepaskan tembakan tepat ke gawang, nyaris tidak memberikan ancaman, dan hampir tidak pernah melewati garis tengah lapangan,” tulisnya.

Menurut Sabatini, peluang terbaik Argentina baru hadir pada detik-detik terakhir babak perpanjangan waktu ketika Giuliano Simeone hampir mencetak gol penyeimbang.

0 Komentar