Messi Ajari Inggris Cara Main Bola: Menyerang Identik dengan Kemenangan

Lionel Messi
Lionel Messi  Foto: Tangkapan layar Instagram@afaseleccion 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Lionel Messi sekali lagi membuktikan mengapa dirinya masih menjadi pemain terbaik dunia meski telah berusia 39 tahun.

Saat Argentina menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026, sang megabintang tidak hanya membawa Albiceleste ke final, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang filosofi sepak bola.

Tim yang terus berani menyerang memiliki peluang lebih besar untuk menang dibanding tim yang memilih bertahan terlalu cepat.

Baca Juga:Kesalahan Terbesar Inggris Saat Ditaklukkan Argentina di Piala Dunia 2026: Buru-Buru Bertahan saat Unggul 1-0Messi Hanya Butuh 90 Menit Lagi untuk Menangkan Ballon d'Or ke-9

Pandangan tersebut juga diamini jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini, yang menilai kekalahan Inggris berawal dari keputusan pelatih Thomas Tuchel menginstruksikan anak asuhnya bertahan total setelah unggul 1-0.

Keputusan itu justru menghidupkan Argentina yang sebelumnya sempat kesulitan mengembangkan permainan.

Kini, Messi hanya tinggal 90 menit lagi untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia sekaligus membuka peluang besar meraih Ballon d’Or kesembilan, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pemain mana pun dalam sejarah sepak bola.

Inggris Kehilangan Kendali Setelah Unggul

Semifinal sebenarnya dimulai sesuai rencana Inggris. Gol Anthony Gordon membuat The Three Lions unggul 1-0 dan berada di atas angin.

Namun menurut Sabatini, kesalahan fatal langsung terjadi setelah gol tersebut. Bukannya terus menekan, Thomas Tuchel justru memilih menurunkan garis pertahanan dan meminta para pemainnya menjaga keunggulan dengan bertahan sedalam mungkin.

Strategi itu justru menjadi bumerang. Inggris kehilangan penguasaan bola, tidak lagi mampu membangun serangan, sementara Argentina semakin percaya diri mengendalikan pertandingan.

“Tuchel membangun benteng pertahanan terlalu dini. Inggris seolah hanya ingin mempertahankan keunggulan, bukan menambah gol,” tulis Sabatini dalam kolom editorialnya di Calciomercato.

Baca Juga:Inter Milan Sulit Cari Pengganti Dumfries: Djed Spence Harganya Naik Tiga Kali Lipat, Cristian Romero MahalAmorim Cari Otak Serangan Baru: Petinggi AC Milan Tak Cocok dengan Pilihan Ibarhimovic

Ia juga menilai Harry Kane sudah bekerja keras sepanjang pertandingan, tetapi Jude Bellingham gagal memberikan pengaruh di lini tengah.

Sementara Anthony Gordon justru ditarik keluar terlalu cepat, sehingga Inggris kehilangan ancaman di sektor depan.

Messi Mengambil Alih Permainan

Ketika Argentina tertinggal, Lionel Messi justru tampil semakin dominan. Hampir seluruh serangan Albiceleste berawal dari kaki kapten mereka.

Messi menjadi pusat kreativitas permainan, mengatur tempo, membuka ruang, sekaligus memaksa pertahanan Inggris terus bekerja keras.

0 Komentar