RADARTASIK.ID – Inter Milan mulai bergerak mencari pengganti Denzel Dumfries di bursa transfer musim panas.
Namun, upaya Nerazzurri memperkuat sektor bek kanan tidak berjalan mudah.
Dua pemain Tottenham Hotspur yang masuk radar, Djed Spence dan Cristian Romero, sama-sama dinilai sulit direkrut karena kendala harga yang terlalu tinggi.
Dalam beberapa hari terakhir, komunikasi antara Inter dan Tottenham semakin intens. Kedua klub saling bertukar informasi mengenai sejumlah pemain yang berpotensi pindah pada musim panas ini.
Baca Juga:Dario Simic Ditangkap Polisi Atas Tuduhan Korupsi, Eks Bek AC Milan dan Inter Terseret Kasus Izin PerkemahanPrancis Ditaklukkan Spanyol 2-0, Deschamps Sindir Kualitas Wasit Piala Dunia
Inter semakin aktif di pasar transfer setelah gagal mengamankan beberapa target.
Palestra memilih bergabung dengan Chelsea, sementara Khalaili batal direkrut karena tidak lolos tes medis.
Situasi tersebut membuat manajemen klub mempercepat pencarian pemain baru, khususnya untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Dumfries.
Salah satu nama yang langsung masuk daftar incaran adalah Djed Spence.
Bek kanan asal Inggris kelahiran tahun 2000 itu bukan sosok asing bagi sepak bola Italia karena pernah memperkuat Genoa selama paruh kedua musim 2023/2024.
Selama membela Genoa, Spence tampil dalam 16 pertandingan dengan total 853 menit bermain.
Penampilannya cukup meyakinkan sehingga klub Serie A itu sempat mempertimbangkan untuk mempermanenkannya.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Oyarzabal dan Unai Simon Senjata Rahasia Spanyol Taklukkan PrancisSabatini Sarankan Paolo Maldini Contek Spanyol: Bangun Timnas Italia dari Akademi hingga Tim Senior
Namun, Genoa akhirnya mengurungkan niat tersebut karena tidak sanggup memenuhi harga transfer yang saat itu mencapai €10 juta atau sekitar Rp200 miliar.
Kini situasinya berubah drastis. Berkat performa impresif bersama Tottenham serta penampilan positif di Piala Dunia 2026, nilai pasar Spence melonjak tajam.
Tottenham kini dikabarkan membanderol sang pemain sebesar €30 juta, atau sekitar Rp600 miliar, tiga kali lipat dibandingkan harga sebelumnya.
Inter menilai kualitas Spence memang sesuai dengan kebutuhan tim, terutama karena ia mampu bermain agresif sebagai wing-back maupun bek kanan murni.
Namun, harga tersebut dianggap terlalu tinggi sehingga Nerazzurri memilih bersikap hati-hati dan belum ingin terburu-buru mengambil keputusan.
Selain persoalan biaya transfer, ada kendala lain yang membuat negosiasi menjadi rumit.
Spence baru akan menyelesaikan masa liburnya setelah tampil di Piala Dunia sehingga diperkirakan baru bisa bergabung dengan klub barunya setelah 10 Agustus.
