Jurnalis Italia: Oyarzabal dan Unai Simon Senjata Rahasia Spanyol Taklukkan Prancis

Mikel Oyarzabal
Mikel Oyarzabal  Foto: Tangkapan layar Instagram@fifaworldcup 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Keberhasilan Spanyol menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026 tidak hanya ditentukan oleh kecemerlangan Lamine Yamal.

Menurut jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini, justru ada dua sosok yang selama ini kurang mendapat sorotan, yakni Mikel Oyarzabal dan Unai Simón, yang menjadi senjata rahasia La Furia Roja.

Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menilai publik terlalu fokus membicarakan aksi Yamal maupun dominasi lini tengah Spanyol.

Baca Juga:Sabatini Sarankan Paolo Maldini Contek Spanyol: Bangun Timnas Italia dari Akademi hingga Tim SeniorAS Roma Buru Alejandro Garnacho, Gasperini Pasrah Kehilangan Manu Kone

Padahal, keberhasilan tim asuhan Luis de la Fuente dibangun di atas fondasi permainan kolektif yang melibatkan seluruh lini.

“Oyarzabal merupakan rahasia tersembunyi Spanyol,” tulis Sabatini.

Menurutnya, penyerang Real Sociedad tersebut memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan permainan.

Oyarzabal bukan hanya bertugas mencetak gol, tetapi juga menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan sehingga setiap instruksi pelatih dapat diterapkan dengan efektif di lapangan.

Sabatini menjelaskan bahwa banyak pengamat mengagumi kualitas Rodri sebagai pengatur tempo permainan, serta kreativitas Dani Olmo dan Fabián Ruiz di lini tengah.

Namun tanpa kehadiran seorang penyerang yang memahami pergerakan tim seperti Oyarzabal, dominasi Spanyol tidak akan berjalan seefektif sekarang.

“Oyarzabal memberikan harmoni sekaligus efektivitas dalam permainan. Ia menerapkan di lapangan apa yang diinginkan pelatih dari pinggir lapangan,” lanjut Sabatini.

Selain Oyarzabal, Sabatini juga mengangkat peran penting Unai Simón. Kiper Athletic Bilbao itu disebut sebagai “portiere volante” atau kiper modern yang aktif berpartisipasi dalam membangun serangan dari belakang.

Baca Juga:Manchester United Gaet Andrey Santos, Laporta Pastikan Adeyemi Gabung BarcelonaJuventus Gagal Rekrut Randal Kolo Muani, Carnevali: PSG Meminta Harga Terlalu Tinggi 

Kemampuan Unai Simón memainkan bola dengan kaki membuat Spanyol mampu keluar dari tekanan lawan tanpa kehilangan organisasi permainan.

Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Prancis kesulitan merebut penguasaan bola sepanjang pertandingan semifinal.

Menurut Sabatini, baik Oyarzabal maupun Unai Simón merupakan contoh sukses proyek pembinaan pemain muda Spanyol. Keduanya telah mengenal Luis de la Fuente sejak masih memperkuat tim nasional kelompok umur.

Saat De la Fuente dipercaya menangani tim senior, ia tidak memulai dari nol. Ia sudah memahami karakter para pemain yang pernah dibimbingnya selama bertahun-tahun di level junior.

0 Komentar