Sabatini Sarankan Paolo Maldini Contek Spanyol: Bangun Timnas Italia dari Akademi hingga Tim Senior

Paolo Maldini
Paolo Maldini Tangkapan layar Instagram@paolomaldini
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini, meminta Direktur Teknik Timnas Italia, Paolo Maldini, menjadikan Spanyol sebagai contoh dalam membangun kembali kekuatan Gli Azzurri.

Menurutnya, keberhasilan La Furia Roja menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026 bukan hanya karena kualitas pemain, melainkan hasil dari proyek pembinaan jangka panjang yang berjalan sangat baik.

Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menilai kemenangan Spanyol atas Prancis sama sekali tidak meninggalkan keraguan.

Baca Juga:AS Roma Buru Alejandro Garnacho, Gasperini Pasrah Kehilangan Manu KoneManchester United Gaet Andrey Santos, Laporta Pastikan Adeyemi Gabung Barcelona

La Furia Roja tampil dominan sejak awal hingga akhir pertandingan, sementara Les Bleus justru tampil jauh di bawah performa terbaiknya.

Ia menulis bahwa para bintang Prancis seolah kehilangan sinarnya secara bersamaan.

Sebaliknya, kekuatan Spanyol justru terletak pada permainan kolektif yang luar biasa, bukan semata-mata bergantung kepada talenta muda Lamine Yamal yang kembali mencuri perhatian.

Menurut Sabatini, untuk pertama kalinya sepanjang Piala Dunia 2026, Prancis benar-benar tidak mampu menunjukkan kualitas yang selama ini mereka tampilkan.

Kekalahan itu terasa semakin menyakitkan karena terjadi pada 14 Juli, bertepatan dengan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day.

Sabatini menilai sebenarnya Prancis tidak perlu melakukan perubahan besar terhadap permainan mereka.

Jika mampu mengulang performa yang ditunjukkan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, pasukan Didier Deschamps diyakini masih memiliki peluang besar mencapai final.

Baca Juga:Juventus Gagal Rekrut Randal Kolo Muani, Carnevali: PSG Meminta Harga Terlalu Tinggi Liga Inggris Emang Beda: Tim Promosi Hull City Siapkan Dana Transfer Rp4 Triliun

Namun kenyataannya mereka gagal total dan kini hanya berpeluang memperebutkan peringkat ketiga, sebuah kemunduran setelah menjadi juara dunia pada 2018 dan finalis pada 2022.

Ia juga mengingatkan bahwa tanda-tanda kebangkitan Spanyol sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir melalui keberhasilan mereka di UEFA Nations League dan Piala Eropa.

Namun, di semifinal yang berlangsung di Dallas, sejarah bukanlah faktor penentu. Yang menentukan adalah kualitas permainan di lapangan.

Sabatini memuji pelatih Luis de la Fuente yang mampu menyusun strategi dengan sangat baik.

Gol pembuka Spanyol lahir setelah bek kiri Prancis, Lucas Digne, melakukan kesalahan fatal saat mengawal Lamine Yamal.

Pelanggaran tersebut berujung hadiah penalti yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Mikel Oyarzabal.

Menurut Sabatini, Oyarzabal justru merupakan “rahasia tersembunyi” keberhasilan Spanyol.

0 Komentar