Sabatini Sarankan Paolo Maldini Contek Spanyol: Bangun Timnas Italia dari Akademi hingga Tim Senior

Paolo Maldini
Paolo Maldini Tangkapan layar Instagram@paolomaldini
0 Komentar

Selama ini banyak orang hanya memuji lini tengah yang dihuni Rodri, Dani Olmo, dan Fabián Ruiz.

Padahal, keberadaan Oyarzabal sebagai penyerang membuat permainan Spanyol menjadi seimbang, efektif, dan mampu menjalankan instruksi pelatih dengan sempurna.

Ia juga menyoroti peran kiper Unai Simón yang disebut sebagai “kiper modern” karena aktif membantu membangun serangan dari belakang.

Baca Juga:AS Roma Buru Alejandro Garnacho, Gasperini Pasrah Kehilangan Manu KoneManchester United Gaet Andrey Santos, Laporta Pastikan Adeyemi Gabung Barcelona

Bersama Oyarzabal, keduanya merupakan pemain yang telah dibina langsung oleh De la Fuente sejak level tim nasional junior.

Bagi Sabatini, di sinilah letak kekuatan utama sepak bola Spanyol.

De la Fuente bukan pelatih yang datang dari luar sistem, melainkan berkembang bersama federasi dengan menangani berbagai kelompok umur sebelum akhirnya dipercaya melatih tim nasional senior.

Saat naik ke level tertinggi, ia sudah mengenal karakter hampir seluruh pemain yang pernah dibimbingnya sejak usia muda.

Model seperti inilah yang menurut Sabatini wajib ditiru Italia.

Ia menegaskan bahwa yang perlu dicontoh bukan sekadar gaya bermain Spanyol, karena hal itu bergantung pada karakter dan bakat pemain, melainkan sistem pembinaan yang terintegrasi sejak usia 16 tahun hingga tim nasional senior.

Ia berharap para pemain muda Italia dibina secara berkelanjutan, didampingi, dipoles, dan dipersiapkan secara bertahap sebelum masuk ke tim utama.

Proses itu harus dilakukan dengan kesabaran serta memiliki proyek jangka panjang yang jelas.

Karena itu, Sabatini berharap Paolo Maldini bersama Leonardo segera menerapkan konsep tersebut di pusat pelatihan Coverciano.

Baca Juga:Juventus Gagal Rekrut Randal Kolo Muani, Carnevali: PSG Meminta Harga Terlalu Tinggi Liga Inggris Emang Beda: Tim Promosi Hull City Siapkan Dana Transfer Rp4 Triliun

“Inilah model yang benar-benar harus diikuti Italia, yaitu model Spanyol. Bukan soal gaya bermainnya—karena itu bergantung pada bakat pemain—melainkan sistem pembinaannya. Sejak usia 16 tahun, para calon pemain timnas Italia harus didampingi, dibina, dipadukan, dan dididik agar siap bergabung dengan tim senior,” ungkap Sabatini.

Ia mengingatkan keberhasilan Italia pada masa lalu juga lahir dari sistem serupa ketika pelatih legendaris seperti Enzo Bearzot dan Azeglio Vicini membangun fondasi tim nasional melalui pembinaan pemain muda sebelum membawa mereka meraih sukses di level tertinggi.

0 Komentar