Kesalahan Terbesar Inggris Saat Ditaklukkan Argentina di Piala Dunia 2026: Buru-Buru Bertahan saat Unggul 1-0

Lautaro Martinez
Gol Lautaro Martinez sukses membawa Argentina bangkit dan menang 2-1 saat mengahadapi Inggris.  Foto: Tangkapan layar Instagram@afaseleccion 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini, menilai keputusan Inggris bermain terlalu defensif setelah unggul 1-0 menjadi kesalahan terbesar yang akhirnya membuat mereka tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Menurutnya, strategi pelatih Thomas Tuchel justru memberi kesempatan kepada Lionel Messi untuk mengendalikan permainan dan membawa Argentina bangkit hingga menang 2-1 pada semifinal.

Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menyebut kemenangan Argentina tidak lepas dari penampilan luar biasa Lionel Messi dan gol penentu yang dicetak Lautaro Martinez.

Baca Juga:Messi Hanya Butuh 90 Menit Lagi untuk Menangkan Ballon d'Or ke-9Inter Milan Sulit Cari Pengganti Dumfries: Djed Spence Harganya Naik Tiga Kali Lipat, Cristian Romero Mahal

Berkat hasil tersebut, Albiceleste melaju ke final dan akan menghadapi Spanyol dalam perebutan gelar juara dunia.

“Lionel Messi adalah sosok yang unik. Lautaro Martinez mungkin bukan pemain yang tak tergantikan, tetapi hanya sedikit penyerang yang memiliki kualitas sepertinya. Golnya memastikan Argentina lolos ke final setelah sempat berada di ambang kegagalan,” tulis Sabatini.

Ia juga mengingatkan bahwa Spanyol yang akan menjadi lawan Argentina di final bukanlah tim sembarangan.

La Furia Roja datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Prancis, finalis Piala Dunia edisi sebelumnya.

Sabatini juga mempertanyakan apakah kekalahan Inggris sepenuhnya disebabkan oleh pendekatan negatif Thomas Tuchel atau justru karena mental pantang menyerah yang dimiliki Argentina.

Menurutnya, perdebatan mengenai hal itu akan terus berlangsung. Namun, satu hal yang tidak bisa dibantah adalah besarnya pengaruh Lionel Messi terhadap permainan Argentina.

“Messi kembali menjadi pembeda. Seperti biasa, bahkan lebih dari biasanya. Setiap kali ia bermain, pertandingan selalu menghadirkan sesuatu yang luar biasa. Tidak ada lagi kata-kata yang cukup untuk menggambarkan kehebatannya, bukan hanya secara teknik, tetapi juga dari sisi karakter dan mentalitas,” ulasnya.

Sabatini menilai Messi menjadi simbol ketangguhan Argentina.

Baca Juga:Amorim Cari Otak Serangan Baru: Petinggi AC Milan Tak Cocok dengan Pilihan IbarhimovicInggris vs Argentina: Scaloni Ingin Matikan Bellingham dan Kane

Ketika timnya tertinggal, kapten Albiceleste itu tidak kehilangan keyakinan. Ia terus menghidupkan harapan hingga akhirnya Argentina mampu membalikkan keadaan dan memastikan tempat di partai puncak.

Laga Argentina melawan Inggris juga diwarnai banyak benturan fisik sepanjang pertandingan.

Sabatini bahkan menggambarkan duel tersebut sebagai salah satu pertandingan paling keras di Piala Dunia 2026.

0 Komentar