Messi Ajari Inggris Cara Main Bola: Menyerang Identik dengan Kemenangan

Lionel Messi
Lionel Messi  Foto: Tangkapan layar Instagram@afaseleccion 
0 Komentar

Gol penyama kedudukan yang dicetak Enzo Fernandez lahir dari kecerdikan Messi dalam memanfaatkan situasi bola mati.

Umpan pendeknya disambut Enzo dengan tendangan keras yang gagal dibendung Jordan Pickford.

Tak lama kemudian, Messi kembali menunjukkan kelasnya. Ia melewati pemain lawan sebelum mengirim umpan silang akurat yang diselesaikan Lautaro Martinez menjadi gol kemenangan Argentina.

Baca Juga:Kesalahan Terbesar Inggris Saat Ditaklukkan Argentina di Piala Dunia 2026: Buru-Buru Bertahan saat Unggul 1-0Messi Hanya Butuh 90 Menit Lagi untuk Menangkan Ballon d'Or ke-9

Dua assist tersebut kembali menegaskan bahwa Messi masih menjadi otak permainan Argentina meski tidak mencatatkan namanya di papan skor.

Mental Juara yang Tak Pernah Padam

Sabatini menyebut kehebatan Messi bukan hanya terletak pada teknik bermainnya, melainkan juga mentalitas luar biasa yang dimilikinya.

Saat banyak pemain mulai kehilangan kepercayaan diri karena tertinggal, Messi tetap yakin Argentina mampu bangkit.

Keyakinan itu menular kepada seluruh rekan setimnya hingga Albiceleste mampu membalikkan keadaan.

“Messi selalu membuat pertandingan menjadi luar biasa. Sulit mencari kata-kata untuk menggambarkan kebesarannya, baik secara teknik maupun karakter,” tulis Sabatini.

Ia menilai Messi adalah simbol ketangguhan Argentina. Selama sang kapten masih berada di lapangan, Albiceleste selalu memiliki harapan.

Rekor Demi Rekor Terus Bertambah

Penampilan luar biasa Messi juga dibarengi lahirnya sejumlah rekor baru di Piala Dunia.

Baca Juga:Inter Milan Sulit Cari Pengganti Dumfries: Djed Spence Harganya Naik Tiga Kali Lipat, Cristian Romero MahalAmorim Cari Otak Serangan Baru: Petinggi AC Milan Tak Cocok dengan Pilihan Ibarhimovic

Berdasarkan data Opta, Messi kini mengoleksi 12 assist dalam pertandingan resmi Piala Dunia FIFA, dengan 10 di antaranya tercipta pada fase gugur.

Jumlah tersebut menjadi rekor baru sejak pencatatan statistik modern dimulai pada 1966.

Tak hanya itu, Messi juga mencatatkan sembilan dribel sukses dan dua assist dalam laga melawan Inggris.

Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966 yang mampu membukukan statistik tersebut dalam satu pertandingan fase knockout.

Catatan itu menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang bagi Messi untuk tetap tampil dominan di level tertinggi.

Kini perhatian dunia tertuju pada partai final yang mempertemukan Argentina dengan Spanyol.

Jika kembali membawa Albiceleste menjadi juara dunia, Messi diyakini akan menjadi kandidat terkuat untuk meraih Ballon d’Or ke-9, melengkapi koleksi delapan trofi yang sudah lebih dulu dimilikinya.

Kesuksesan membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia, ditambah penampilan luar biasa sepanjang turnamen, akan menjadi modal yang sangat kuat dalam perebutan penghargaan individu paling bergengsi tersebut.

0 Komentar