TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kebiasaan menyikat gigi yang benar masih menjadi pekerjaan rumah dalam menjaga kesehatan anak usia dini. Namun, edukasi yang dikemas menarik terbukti mampu mengubah pemahaman anak secara signifikan.
Hal itu terlihat dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) yang digelar tim dosen Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya di PAUD KB Al-Muttaqin II, Rabu (13/5/2026).
Sebanyak 45 anak mengikuti program bertema Pendidikan Kesehatan Gigi dan Sikat Gigi Bersama yang bertujuan menanamkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia emas.
Baca Juga:PAN Kota Tasikmalaya Terus Perkuat Mesin Politik, Budi Mahmud Tekankan Kerja Nyata Bukan JanjiAnyaman Bambu Situ Beet Terancam Regenerasi, Kibar Budaya 2026 Kota Tasikmalaya Angkat Alarm Pelestarian
Kegiatan ini menjadi upaya preventif agar persoalan gigi berlubang tidak terus menjadi “langganan” anak-anak akibat minimnya edukasi sejak dini.
Ketua Tim Pengabdi, Rudi Triyanto S.Si.T., MDSc, mengatakan, metode penyampaian materi dirancang sesuai karakter anak usia dini.
Edukasi dilakukan melalui media visual, cerita interaktif, hingga praktik menyikat gigi bersama sehingga anak lebih mudah memahami materi.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajak 45 anak mempraktikkan langsung cara menyikat gigi yang baik dan benar melalui sesi sikat gigi bersama. Antusiasme mereka sangat tinggi dan itu tercermin dari peningkatan hasil evaluasi setelah kegiatan,” ujarnya.
Tim pengabdian yang juga beranggotakan Tita Kartika Dewi S.Si.T., M.Kes dan Dr. Eliati Sri Suharja S.Si.T., M.Kes melakukan pengukuran efektivitas edukasi melalui pre-test dan post-test.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang cukup mencolok. Sebelum edukasi, hanya dua anak yang memiliki tingkat pemahaman kategori baik, 25 anak berada pada kategori sedang, dan 18 anak masih berkategori kurang.
Setelah mendapatkan materi dan praktik langsung, jumlah anak dengan pemahaman kategori baik meningkat menjadi 20 orang.
Baca Juga:Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Viman Tepati Janji Push-Up 20 Kali di Nobar DadahaDadaha Dijaga Lebih Ketat, Pemkot Tasikmalaya Perkuat Patroli dan Tata PKL
Sebanyak 25 anak tetap berada pada kategori sedang, sementara kategori kurang berhasil ditekan hingga tidak ada lagi.
Menurut Rudi, hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik lebih efektif dibanding sekadar penyampaian teori.
Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Kepala PAUD KB Al-Muttaqin II, H. Asep Rahmat S.Sy, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan gigi menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.
