TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 72 murid baru SDN Mancogeh, Kota Tasikmalaya, mengawali tahun ajaran baru dengan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang dirancang untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Selama lima hari, peserta didik tidak langsung mengikuti pembelajaran formal, tetapi dikenalkan secara bertahap pada suasana belajar di sekolah dasar melalui berbagai aktivitas.
Ketua Pelaksana MPLS SDN Mancogeh, Irma Yuniani SPd Gr, mengatakan pendekatan tersebut diterapkan karena perpindahan dari jenjang taman kanak-kanak (TK) ke sekolah dasar merupakan fase yang membutuhkan penyesuaian.
Baca Juga:Doktor Dadaha!Isyarat Budi Budiman!
Karena itu, selama MPLS peserta didik lebih banyak diajak bermain, berinteraksi, dan membiasakan diri dengan lingkungan baru sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar.
“Kalau untuk kelas 1 ini penting banget karena pasti lingkungan dan suasananya berbeda sekali dari TK ke SD. Selama lima hari MPLS kami belum mempersilakan anak-anak memegang pensil terlebih dahulu. Jadi belum ada buku sama pensil. Duduknya juga lesehan seperti di TK supaya mereka tidak kaget. Masih bareng-bareng dan masih banyak bermainnya,” ujarnya kepada Radar Tasikmalaya, Rabu (15/7/2026).
Selain membantu proses adaptasi siswa, sekolah juga melibatkan orang tua dalam pelaksanaan MPLS. Salah satunya melalui pengisian instrumen identifikasi awal kondisi emosional dan sosial peserta didik secara daring.
Instrumen tersebut merupakan bagian dari rangkaian MPLS Ramah yang diterapkan secara nasional sebagai acuan bagi guru dalam mengenali karakter dan kondisi awal setiap siswa.
“Pertanyaan dalam instrumen itu berkaitan dengan keadaan anak di rumah. Tujuannya bukan untuk apa-apa, tetapi menjadi pengetahuan awal bagi wali kelas sehingga kami tahu bagaimana kondisi anak di rumah dan bisa menyesuaikan proses belajarnya di sekolah,” kata Irma.
Ia menambahkan, selama lima hari MPLS peserta didik juga mengikuti berbagai kegiatan yang bertujuan membangun kebiasaan positif sekaligus memetakan kondisi kesehatan mereka.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tes fleksibilitas, pembiasaan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), kegiatan keagamaan, hingga Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bekerja sama dengan puskesmas.
