966 Siswa Baru SMKN 1 Kota Tasikmalaya Jalani MPLS Pancawaluya

SMK Negeri 1 Tasikmalaya
Siswa-siswi baru di SMKN 1 Kota Tasikmalaya mengikuti MPLS di kelas, Rabu (15/7/2026). (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 966 siswa baru SMK Negeri 1 Tasikmalaya mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya, Rabu (15/7/2026). Selama lima hari ke depan, para peserta tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga dibekali pendidikan karakter yang menjadi fokus utama dalam pelaksanaan MPLS tahun ini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Tasikmalaya, Yayan Nuryana MPd, mengatakan, konsep MPLS Pancawaluya mengedepankan pembentukan karakter siswa melalui lima nilai utama, yakni cageur (sehat), bageur (berakhlak baik), bener (jujur), pinter (cerdas), dan singer (sigap).

Menurutnya, konsep tersebut selaras dengan kebijakan MPLS Ramah yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Keduanya sama-sama menempatkan pembentukan sikap dan karakter sebagai landasan utama dalam menyambut peserta didik baru.

Baca Juga:Wacana Pemberlakuan SPP SMA-SMK di Jabar Jadi Angin Segar Buat Sekolah SwastaDoktor Dadaha!

“Tentunya sama-sama mengedepankan attitude atau sikap. Makanya kami berlandaskan dua kebijakan, dari Kemendikdasmen dan Provinsi Jawa Barat. Ternyata substansinya sama,” katanya.

Ia menjelaskan, MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membantu siswa beradaptasi dengan budaya belajar di SMKN 1 Tasikmalaya. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah mengenali diri, yakni tur keliling sekolah yang dipandu oleh pendamping untuk memperkenalkan berbagai sarana dan prasarana yang tersedia.

Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, peserta MPLS juga akan mengikuti berbagai materi yang melibatkan sejumlah instansi. Di antaranya edukasi bahaya narkoba bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan puskesmas, hingga penyuluhan tata tertib berlalu lintas dari kepolisian.

Yayan menilai pembentukan karakter siswa tidak bisa hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Karena itu, pihaknya turut melibatkan orang tua melalui penyampaian tata tertib sekolah agar pembiasaan yang diterapkan kepada peserta didik sejalan dengan pendidikan di rumah.

“Kami juga menyosialisasikan tata tertib kepada orang tua karena bagaimanapun tata tertib ini harus didukung oleh orang tua juga harus sinkron dengan kebiasaan mereka di rumah. Jangan sampai aturan di sekolah tidak sinkron dengan yang di rumah,” ujarnya.

Yayan berharap, setelah mengikuti seluruh rangkaian MPLS, para peserta didik baru dapat mengenal lingkungan SMK Negeri 1 Tasikmalaya dengan baik sehingga lebih mudah beradaptasi dan siap mengikuti proses pembelajaran.

0 Komentar