PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – RSUD Pandega Pangandaran terus mengintensifkan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui program NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan). Kali ini masyarakat diajak mengenal penyakit Tuberkulosis.
Tema yang diangkat adalah ‘Kenali Tuberkulosis Resisten Obat’ dengan narasumber Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Pandega Pangandaran, dr. Erisanti Nurfarida.
Dalam paparannya, dr. Erisanti menjelaskan bahwa Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) merupakan kondisi ketika bakteri penyebab tuberkulosis sudah tidak lagi mempan terhadap obat anti-TBC utama.
Baca Juga:48 Warga Pangandaran Jadi Korban Arisan Bodong, Kerugian Mencapai Rp 868.855.000Dishub Jadi Penagih Setoran!
Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat pengobatan yang tidak tuntas, penggunaan obat yang tidak sesuai aturan, atau penghentian terapi sebelum waktunya.
“TB resisten obat dapat dicegah apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur, sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan tidak menghentikan obat meskipun gejala sudah membaik,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, pengobatan TB membutuhkan kedisiplinan tinggi karena berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Ketidakpatuhan menjalani terapi dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal sehingga proses penyembuhan menjadi lebih sulit dan membutuhkan pengobatan yang lebih lama
Selain mengingatkan pentingnya kepatuhan minum obat, dr. Erisanti juga mengajak masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC.
Gejala tersebut bisa batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, berkeringat pada malam hari, serta mudah lelah.
Ia menegaskan bahwa deteksi dini dan pengobatan yang tepat merupakan langkah penting untuk mencegah penularan sekaligus mengurangi risiko terjadinya TB resisten obat.
Baca Juga:Manajemen Misteri Jelang Kursi Terisi!Kepemimpinan Baru PSM Pangandaran Sudah Ditetapkan, Siap Bersinergi dan Semakin Maju
Melalui kegiatan edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengobatan TBC hingga tuntas serta tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada tuberkulosis.(Deni Nurdiansah)
