TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Misteri di balik ledakan gerobak yang sempat menggegerkan kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, mulai menemukan titik terang.
Polres Tasikmalaya Kota memastikan peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan aksi teror, melainkan dipicu persoalan pribadi yang berawal dari saling ejek antarpedagang.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto mengungkapkan, penyidikan kasus tersebut dilakukan bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat.
Hasil gelar perkara itu menetapkan satu orang sebagai tersangka.
Baca Juga:Literasi Keuangan Tasikmalaya Diperkuat, OJK Bidik 98 Ribu Warga Lewat Agen CAANGLedakan Gerobak di Dadaha Tasikmalaya Diduga Dipicu Emosi Eks Napiter
“Proses penyidikan sudah kami lakukan bersama Ditkrimum Polda Jawa Barat. Kami juga telah melaksanakan gelar perkara dan disepakati menetapkan satu orang tersangka,” kata AKBP Andi Purwanto, Senin (13/7/2026).
Menurut dia, motif pelaku tergolong sederhana. Perselisihan dipicu saling ejek antara kedua belah pihak hingga berujung pada ledakan yang menggemparkan kawasan PKL Dadaha.
“Motifnya sebetulnya hanya persoalan pribadi. Ada perselisihan antara kedua belah pihak yang saling mengejek hingga menyebabkan kejadian tersebut,” terangnya.
Kapolres menegaskan, hasil penyidikan sementara tidak menemukan adanya unsur terorisme dalam perkara tersebut, meski tersangka diketahui merupakan mantan narapidana terorisme (napiter).
“Tidak ada sama sekali unsur teror,” tegasnya.
Meski demikian, koordinasi dengan Ditreskrimum Polda Jawa Barat masih terus dilakukan. Saat ini tersangka masih menjalani proses hukum di Polres Tasikmalaya Kota.
“Penanganannya masih berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat. Yang bersangkutan masih berada di Polres Tasikmalaya Kota,” tambahnya.
AKBP Andi Purwanto juga memastikan tersangka merupakan warga asli Tasikmalaya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di kawasan PKL Dadaha pada Sabtu (11/7/2026) malam setelah didahului keributan antarpedagang.
Baca Juga:Imunisasi Anak di Kota Tasikmalaya Tembus 89,69 Persen, TP PKK Raih Penghargaan NasionalLedakan Dadaha Masih Diselidiki, Polres Tasikmalaya Kota Periksa 3 Orang usai Perselisihan Pedagang
Polisi kemudian mengamankan seorang pria berinisial A yang diketahui merupakan mantan napiter jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Tim gabungan Brimob Polda Jawa Barat dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota juga menggeledah rumah kontrakan tersangka di Kelurahan Cilembang.
Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan bahan peledak untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium forensik.
Penegasan polisi bahwa motif kasus ini murni persoalan pribadi menjadi penanda penting agar publik tidak terburu-buru mengaitkan setiap ledakan dengan aksi teror.
