TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus ledakan yang terjadi di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu malam (11/7/2026), masih menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian.
Di balik riuh perselisihan antar Pedagang, muncul dentuman yang memaksa aparat bergerak cepat hingga melibatkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jawa Barat dan Densus 88.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari UPTD Dadaha sekitar pukul 23.00 WIB terkait adanya ledakan di kawasan tersebut.
Baca Juga:Pengemudi Fortuner yang Tabrak 8 Kendaraan di Cisumur Kawalu Kota Tasikmalaya Tak DitahanKejar Target Satu Digit Angka Kemiskinan di Kota Tasikmalaya Dibayangi Tantangan Besar
“Sejak tadi malam kami langsung melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TKP), olah TKP bersama rekan-rekan dari Gegana karena berkaitan dengan adanya ledakan. Sampai saat ini penyelidikan masih terus berlangsung dan hasilnya nanti akan kami sampaikan,” ujar Andi kepada Radar, Minggu (12/7/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan terkait rangkaian peristiwa yang terjadi.
“Untuk sementara, terakhir tadi pagi kami mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan terkait seputaran peristiwa yang sudah terjadi,” katanya.
Saat ditanya mengenai penggeledahan salah satu rumah yang diduga berkaitan dengan ledakan, Andi belum memberikan kesimpulan.
Menurutnya, seluruh fakta masih akan didalami melalui proses penyidikan.
“Nanti hasil penyelidikan berdasarkan keterangan yang bersangkutan akan kami kolaborasikan dan kami gelarkan,” ujarnya.
Meski sempat menggegerkan warga, Andi memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
“Alhamdulillah sampai saat ini situasi masih kondusif dan korban tidak ada,” tegasnya.
Baca Juga:Tamu Agung Sukses Hidupkan Longser di Kota Tasikmalaya, Satir Korupsi Jadi Cermin KekuasaanPesta Rakyat di Mako Brimob Cineam Banjir Antusiasme, Budaya Jadi Bahasa Pengabdian
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak terpancing situasi yang dapat memperkeruh keadaan.
“Saya minta masyarakat saling mengerti, saling memahami satu sama lain sehingga kehidupan bermasyarakat bisa lebih aman,” ucapnya.
Sebelumnya, informasi yang dihimpun Radar Tasikmalaya menyebutkan insiden bermula dari perselisihan antar PKL di kawasan Dadaha.
Namun, konflik itu berubah menjadi perhatian serius setelah terjadi ledakan di area taman.
Ledakan diketahui berada di boks KWh listrik yang terpasang pada salah satu tiang lampu taman.
Polisi langsung memasang garis polisi di lokasi dan meminta bantuan Tim Jibom Gegana Brimob Polda Jawa Barat untuk melakukan sterilisasi serta pemeriksaan menyeluruh.
