TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Keributan antarpedagang kaki lima (PKL) di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, berubah menjadi peristiwa yang jauh lebih serius.
Emosi yang meledak diduga berujung pada ledakan gerobak dagangan, membuat aparat bergerak cepat mengusut kemungkinan adanya unsur pidana lain di balik insiden tersebut.
Seorang pria berinisial A, yang diketahui merupakan mantan narapidana terorisme (napiter) yang masih dalam pembinaan, diamankan tim gabungan Brimob Polda Jawa Barat dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota pada Minggu (12/7/2026).
Baca Juga:Imunisasi Anak di Kota Tasikmalaya Tembus 89,69 Persen, TP PKK Raih Penghargaan NasionalLedakan Dadaha Masih Diselidiki, Polres Tasikmalaya Kota Periksa 3 Orang usai Perselisihan Pedagang
Penangkapan dilakukan setelah polisi mengembangkan penyelidikan atas ledakan yang terjadi di kawasan PKL Dadaha pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Penggeledahan kemudian dilakukan di rumah kontrakan A di Kampung Gunung Koneng, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung.
Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan bahan peledak serta beberapa buku bertema akidah untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Warga sekitar, Nurdin (54), mengaku mengenal A sebagai mantan napiter yang selama ini menjalani pembinaan dari pemerintah. Menurutnya, A sehari-hari berjualan es teh menggunakan gerobak di kawasan Dadaha.
“Pelaku memang mantan napiter. Setahu saya masih menerima pembinaan setiap bulan dari lembaga pemerintah. Selama ini dia mengaku sudah kembali ke NKRI dan memilih berdagang es teh di Dadaha. Warga sekitar juga tahu latar belakangnya,” ujar Nurdin, Minggu (12/7/2026).
Ia menambahkan, saat momen Lebaran maupun pergantian tahun, A dikenal memiliki kemampuan merakit petasan untuk diperjualbelikan sebagai usaha sampingan.
Nurdin juga menyebut A merupakan warga asli Kelurahan Cilembang, meski baru sekitar dua bulan tinggal di rumah kontrakan tersebut bersama keluarganya.
Baca Juga:Pengemudi Fortuner yang Tabrak 8 Kendaraan di Cisumur Kawalu Kota Tasikmalaya Tak DitahanKejar Target Satu Digit Angka Kemiskinan di Kota Tasikmalaya Dibayangi Tantangan Besar
Sementara itu, Ketua RT 02 RW 13 Kelurahan Cilembang, Ade Mumu, membenarkan salah seorang warganya diamankan polisi terkait insiden ledakan di Dadaha.
Menurutnya, sebelum ledakan terjadi, sempat terjadi perkelahian antara A dengan pedagang lain yang memicu kerumunan warga.
“Masalah awal pertengkarannya saya tidak tahu. Yang saya lihat, polisi datang menggeledah rumah kontrakan karena yang bersangkutan diduga terlibat dalam peledakan itu. Saya ikut mendampingi saat penggeledahan dan memang ada beberapa barang yang diamankan petugas,” katanya.
