Ledakan Gerobak di Dadaha Tasikmalaya Diduga Dipicu Emosi Eks Napiter

eks napiter ledakan Dadaha Tasikmalaya
Polisi saat memeriksa memeriksa tiang lampu belakang gerobak di Dadaha Tasikmalaya yang sempat meledak, Minggu (12/7/2026) sore. rezza rizaldi / radar tasikmalaya
0 Komentar

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto menjelaskan, penyelidikan berawal dari laporan UPTD Dadaha mengenai keributan antarpedagang yang kemudian disusul ledakan.

Hingga Minggu sore, tim gabungan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan intensif terhadap tiga orang yang telah diamankan.

“Kami masih meminta keterangan dari ketiga orang tersebut untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa ini. Alhamdulillah situasi saat ini sudah kondusif dan seluruh proses penanganan sedang dilakukan oleh kepolisian,” ujar AKBP Andi Purwanto.

Baca Juga:Imunisasi Anak di Kota Tasikmalaya Tembus 89,69 Persen, TP PKK Raih Penghargaan NasionalLedakan Dadaha Masih Diselidiki, Polres Tasikmalaya Kota Periksa 3 Orang usai Perselisihan Pedagang

Polisi belum menyimpulkan motif maupun penyebab pasti ledakan. Seluruh barang bukti yang diamankan masih menjalani pemeriksaan laboratorium forensik guna memastikan keterkaitannya dengan peristiwa tersebut.

Namun, suasana Dadaha yang sempat ditutup pukul 16.00 karena tim Densus 88 melakukan olah TKP. Pukul 17.00, garis polisi yang terpasang di dua gerobak dan tiang pun kembali dibuka. Suasana Dadaha kembali normal.

Emosi yang meledak sesaat bisa padam seketika, tetapi ledakan yang melibatkan bahan berbahaya selalu meninggalkan tanda tanya yang tak boleh dijawab dengan prasangka. Di sinilah penyelidikan harus berbicara lewat bukti, bukan asumsi. (rezza rizaldi)

0 Komentar