TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah derasnya arus layanan keuangan digital yang menawarkan kemudahan sekaligus menyimpan berbagai risiko, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya memilih memperkuat benteng dari hulunya: literasi masyarakat.
Melalui Program Tasikmalaya CAANG (CerdAs keuANGan), OJK menargetkan edukasi keuangan menjangkau lebih dari 98 ribu warga melalui jaringan agen literasi yang tersebar di berbagai lapisan masyarakat.
Program yang dijalankan bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya ini menjadi strategi memperluas literasi dan inklusi keuangan dengan pendekatan multiplier effect.
Baca Juga:Ledakan Gerobak di Dadaha Tasikmalaya Diduga Dipicu Emosi Eks NapiterImunisasi Anak di Kota Tasikmalaya Tembus 89,69 Persen, TP PKK Raih Penghargaan Nasional
Alih-alih hanya menggelar sosialisasi, OJK membentuk agen literasi yang nantinya meneruskan edukasi kepada keluarga, lingkungan, hingga komunitasnya masing-masing.
Cara ini diharapkan membuat pemahaman keuangan tidak berhenti di ruang seminar, tetapi tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan Tasikmalaya CAANG bukan sekadar agenda edukasi, melainkan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang semakin cakap mengelola keuangan.
“Tasikmalaya CAANG bukan sekadar rangkaian kegiatan edukasi, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang cerdas keuangan,” ujar Nofa kepada Radar, Senin (13/7/2026).
“Melalui pendekatan multiplier effect, setiap peserta diharapkan menjadi agen literasi keuangan yang mampu menyebarluaskan edukasi kepada keluarga, lingkungan, dan masyarakat sekitarnya,” sambungnya.
Menurut Nofa, peningkatan literasi menjadi semakin penting seiring semakin mudahnya masyarakat mengakses produk dan layanan jasa keuangan melalui platform digital.
Tanpa bekal pengetahuan yang memadai, kemudahan tersebut justru dapat menjadi celah munculnya berbagai praktik keuangan ilegal yang merugikan masyarakat.
Baca Juga:Ledakan Dadaha Masih Diselidiki, Polres Tasikmalaya Kota Periksa 3 Orang usai Perselisihan PedagangPengemudi Fortuner yang Tabrak 8 Kendaraan di Cisumur Kawalu Kota Tasikmalaya Tak Ditahan
Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban saat menggunakan produk keuangan sehingga mampu mengambil keputusan finansial secara bijak serta terhindar dari investasi maupun pinjaman ilegal.
Sebab, kecanggihan teknologi tanpa kecakapan finansial ibarat kendaraan melaju kencang tanpa rem.
Program Tasikmalaya CAANG melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, TNI, perguruan tinggi, sekolah, pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, hingga media massa.
Sasaran edukasi juga dibuat seluas mungkin, mencakup pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, penyuluh agama, Babinsa dan anggota Kodim, Karang Taruna, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, hingga masyarakat umum.
