Warga Minta Direktur BUMDes Sukamukti Kota Banjar Dicekal, Diduga Mau Kabur dari Masalah

bumdes sukamukti kita banjar
Kantor Desa Sukamukti Kota Banjar. (Anto Sugiarto/radartasik.id)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Warga Sukamukti Kota Banjar dibuat geger. Mereka mendapat informasi bahwa Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukamukti yang berinisial S, hendak kabur ke luar negeri. Informasi itu menyebar dari mulut ke mulut dengan informasi terakhir, S tengah berada di Bekasi untuk mengurus paspor ke luar negeri menjadi TKI.

Salah seorang warga Sukamukti, enggan disebutkan namanya menyayangkan dan tidak terima perihal tersebut (direktur BUMDes diduga hendak kabur).

“Saya sebagai warga (Sukamukti) menyayangkan dan tidak terima, apalagi kasus BUMDes belum selesai,” ucapnya Jumat (10/7/2026).

Baca Juga:Rambut Putih Ketua KADIN!Rp3,6 Miliar untuk Mengolah Apa? Jangan Sampai Terjadi Kebakaran di TPA Ciangir!

Dia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari pengurus BUMDes. S diduga mau kabur dan melarikan diri dari masalah yang menjeratnya di Badan Usaha Milik Desa Sukamukti. Orang tersebut harus mengganti rugi uang sebesar Rp 134 juta dan hingga kini belum jelas skema penggantiannya.

“Saya sebagai warga memohon kepada Pemkot Banjar untuk menghubungi pihak Imigrasi, agar Sri dicekal untuk tidak berangkat ke luar negeri,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Sukamukti Budi Haryono melalui sekretaris desa, Nana Juhana mengatakan yang bersangkutan sebenarnya bukan mau kabur. Dia hendak mencari pekerjaan ke luar negeri demi melunasi hutang-hutangnya kepada pihak ketiga dalam kasus BUMDes.

“Keputusan tersebut setelah dilakukan musyawarah desa (musdes), yang bersangkutan kerja untuk melunasi hutangnya. Bagaimana mau bayar utang kalau tidak kerja,” jelasnya.

Menurutnya, S dan juga orang tuanya tidak sanggup melunasi utang akibat penyalahgunaan dana tersebut. Apalagi nominalnya cukup besar. Baru beberapa juta saja yang dibayar.

“Karena sampai akhir tahun ini (2026) yang bersangkutan dikasih waktu untuk melunasi hutang-hutangnya. Jika belum selesai, nanti dilakukan musdes lagi,” katanya. (Anto Sugiarto)

0 Komentar