Yamal Rayu Julian Alvarez Gabung Barcelona: Sosok yang Sempurna untuk Gaya Bermain Barca

Lamine Yamal
Lamine Yamal  Foto: Tangkapan layar Instagram@sefutbol 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, tidak hanya tampil memukau di Piala Dunia 2026, tetapi juga mulai berbicara mengenai masa depan Barcelona.

Pemain berusia 19 tahun itu secara terbuka mengaku berharap Julián Alvarez bergabung dengan Blaugrana karena dinilai sebagai sosok yang sangat cocok dengan filosofi permainan klub Catalan tersebut.

Pernyataan Yamal disampaikan saat menjalani wawancara dengan Mundo Deportivo, beberapa hari menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Belgia yang akan berlangsung di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.

Baca Juga:FIFA Tebang Pilih? Kartu Merah Balogun Dianggap Tak Sengaja, Kartu Kuning Michael Olise Tak DiampuniAC Milan Ingin Borong 3 Pemain Udinese: Gianluca Nani Muncul di Casa Milan

Yamal datang ke turnamen ini dengan kondisi yang sempat mengkhawatirkan setelah mengalami cedera hamstring menjelang Piala Dunia.

Namun, ia berhasil pulih tepat waktu dan justru menjelma menjadi motor serangan utama La Roja sepanjang turnamen.

Hingga babak 16 besar, performanya termasuk yang paling menonjol di Piala Dunia 2026.

Yamal tercatat sebagai pemain dengan dribel sukses terbanyak, yakni 17 kali memenangkan duel satu lawan satu.

Tak hanya piawai melewati lawan, pemain Barcelona itu juga mencatatkan sejarah saat mencetak gol dalam kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi di fase grup.

Gol tersebut menjadikannya sebagai pemain termuda kedua yang mencetak gol di Piala Dunia, hanya berada di belakang legenda Brasil, Pelé.

Secara keseluruhan, Yamal telah tampil dalam lima pertandingan dengan total 316 menit bermain.

Baca Juga:Era Baru AC Milan Telah Lahir: Cardinale Turun Gunung Kembalikan Mental Juara RossoneriComo Rekrut Yan Couto, Inter Ogah Naikkan Tawaran untuk Khalaili

Ia juga melepaskan 11 tembakan, delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang, serta menciptakan empat peluang emas bagi rekan-rekannya.

Pada fase gugur, kontribusinya semakin besar. Saat menghadapi Austria di babak 32 besar, Yamal tampil selama 85 menit dan dinobatkan sebagai Man of the Match setelah menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan lawan.

Sementara ketika Spanyol menyingkirkan Portugal dengan skor 1-0 di babak 16 besar, Yamal bermain penuh selama 90 menit.

Meski terus dikawal tiga hingga empat pemain sekaligus, pergerakannya tetap mampu membuka ruang bagi para penyerang La Roja.

Dalam wawancara tersebut, Yamal mengaku merasa semakin matang sebagai pemain meskipun usianya masih sangat muda.

0 Komentar