Bagi Cardinale, kegagalan mempertahankan pemain binaan sendiri merupakan kerugian yang jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan aset bernilai Rp120 miliar.
Ia menilai Milan tidak boleh lagi menghabiskan waktu bertahun-tahun membina seorang pemain muda, tetapi akhirnya gagal menikmati hasil pembinaannya.
Karena itulah, pengembangan akademi kini menjadi salah satu prioritas utama dalam proyek baru Rossoneri.
Baca Juga:Era Baru AC Milan Telah Lahir: Cardinale Turun Gunung Kembalikan Mental Juara RossoneriComo Rekrut Yan Couto, Inter Ogah Naikkan Tawaran untuk Khalaili
Amorim diminta memberikan perhatian khusus kepada talenta-talenta muda yang memiliki kemampuan duel satu lawan satu, sementara manajemen akan memperbaiki jalur pengembangan pemain menuju tim utama agar kasus seperti Liberali tidak kembali terulang.
Dengan perubahan struktur, keterlibatan langsung Gerry Cardinale, serta kewenangan penuh yang diberikan kepada Ruben Amorim dalam membangun skuad, AC Milan berharap kesalahan-kesalahan masa lalu hanya menjadi pelajaran.
Kini, Rossoneri bertekad membangun klub yang lebih kuat, lebih terorganisasi, dan mampu kembali bersaing memperebutkan gelar di Italia maupun Eropa.
