Rakernas APEKSI Bahas PAD dan KPBU, Pemkot Tasikmalaya Berburu Solusi Pembangunan

Rakernas APEKSI 2026 di Medan
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan dan jajarannya saat menghadiri APEKSI di Medan, Kamis (2/7/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menjadi ruang bagi kepala daerah untuk berburu solusi, bukan sekadar bertukar kartu nama.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memanfaatkan forum nasional tersebut guna menyerap berbagai praktik terbaik yang dinilai mampu memperkuat pembangunan daerah.

Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung di Kota Medan pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 diikuti 93 dari 98 pemerintah kota di Indonesia.

Baca Juga:Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Kota Tasikmalaya, BPBD Soroti Kebiasaan Bakar SampahTunda Bayar Rp46,25 Miliar Lunas, APBD Kota Tasikmalaya Waspadai Defisit

Forum ini menjadi ajang strategis membahas berbagai persoalan perkotaan, mulai dari peningkatan pelayanan publik, digitalisasi pemerintahan, penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), optimalisasi aset daerah hingga skema pembiayaan pembangunan melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Dalam rapat pleno yang digelar Kamis (2/7/2026), para wali kota saling bertukar pengalaman mengenai berbagai inovasi yang telah diterapkan di daerah masing-masing.

Fokus pembahasan tidak hanya mencari terobosan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, tetapi juga memperkuat kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.

Bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, forum tersebut menjadi kesempatan untuk mencari referensi kebijakan yang dapat diadaptasi sesuai karakteristik daerah.

Berbagai inovasi yang terbukti berhasil di kota lain diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan fiskal daerah.

Rakernas juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring antarpemerintah kota.

Kolaborasi dinilai menjadi kunci agar setiap daerah tidak berjalan sendiri menghadapi tantangan pembangunan, mulai dari penguatan ekonomi lokal, transformasi digital hingga peningkatan kualitas layanan publik.

Selain membahas strategi pembangunan, para peserta Rakernas menyusun sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat.

Baca Juga:Dana Talang Rp6,85 Miliar Macet di Bank Plat Merah Tasikmalaya, Nasabah Prioritas Ancam Tempuh Jalur HukumKolone Senjata Brimob Hipnotis Hari Bhayangkara di Tasikmalaya

Beberapa usulan yang mengemuka antara lain peninjauan kembali kebijakan transfer ke daerah agar lebih sesuai dengan kapasitas fiskal masing-masing daerah, pemerataan pembangunan infrastruktur, dukungan terhadap pelaksanaan program nasional tanpa membebani keuangan daerah, serta penguatan kewenangan pemerintah daerah melalui otonomi yang lebih efektif.

Tak hanya mengikuti agenda utama, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga memanfaatkan berbagai forum pendukung seperti Indonesia City Expo, Forum Bisnis, Forum Pangan, Forum Bakti, Forum Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi dan Digital, hingga pameran produk UMKM.

0 Komentar