TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) sekaligus pemetaan potensi Desa Padakembang, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menyusun basis data pembangunan desa secara partisipatif dengan mengedepankan potensi lokal.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya Dr H Cecep Nurul Yakin SPd MAP, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Jawa Barat Ane Carolina SSi MEng, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Desa Padakembang, tokoh masyarakat, kelompok pengrajin, serta tim pengabdian masyarakat dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB.
Baca Juga:Semarak HUT Ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Gaya Hidup Sehat Lewat Health Fun RunHonda Vario Evo 160 Meluncur: Skutik Sporty Baru AHM dengan Desain Agresif, Mesin Bertenaga, dan Fitur Modern
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat pembangunan desa yang bertumpu pada potensi lokal dan partisipasi masyarakat.
Desa Padakembang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra industri kerajinan anyaman bambu di Kabupaten Tasikmalaya.
Industri yang telah berkembang lebih dari 20 tahun itu menjadi sumber mata pencaharian bagi ratusan warga.
Hasil kerajinan bambu dari desa tersebut tidak hanya dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah menembus pasar ekspor.
Meski memiliki prospek yang besar, pengembangan industri anyaman bambu masih menghadapi sejumlah kendala.
Dalam forum diskusi, peserta mengidentifikasi beberapa tantangan utama, mulai dari akses menuju sentra produksi yang perlu ditingkatkan, penguatan kelembagaan para pengrajin, perluasan jaringan pemasaran, hingga upaya menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku bambu.
Berbagai persoalan tersebut dinilai perlu ditangani secara bersama agar industri anyaman bambu mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Baca Juga:Perlindungan Pekerja Desa Diperkuat! BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi Massal di PangandaranAksi Hijau di Tasikmalaya! BPJS Ketenagakerjaan Tanam Pohon di Ponpes Sulalatul Huda
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menjelaskan bahwa arah pembangunan daerah difokuskan pada penguatan sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga terus mendorong penerapan sistem pemerintahan berbasis digital agar pelaksanaan program pembangunan dapat dipantau dan dievaluasi secara lebih efektif serta transparan, termasuk dalam mendukung pembangunan desa yang mengoptimalkan potensi lokal.
