Selain membahas tantangan, forum juga memetakan berbagai peluang pengembangan yang dinilai mampu memperkuat perekonomian Desa Padakembang.
Potensi wisata alam, pengembangan produk berbasis hasil hutan dan perkebunan, serta ekonomi kreatif berbasis komunitas menjadi beberapa sektor yang dipandang memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
DKT yang dilaksanakan tersebut merupakan tahap awal dalam proses pemetaan potensi dan permasalahan desa dengan pendekatan partisipatif.
Baca Juga:Semarak HUT Ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Gaya Hidup Sehat Lewat Health Fun RunHonda Vario Evo 160 Meluncur: Skutik Sporty Baru AHM dengan Desain Agresif, Mesin Bertenaga, dan Fitur Modern
Melalui metode tersebut, masyarakat dilibatkan secara aktif untuk mengidentifikasi potensi yang dimiliki, merumuskan berbagai persoalan, sekaligus menyampaikan aspirasi mengenai kebutuhan pembangunan desa.
Hasil pemetaan nantinya diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik lokal.
Pada kesempatan yang sama, dosen ITB sekaligus Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr Bagas Dwipantara Putra, menyerahkan bibit bambu unggul asal Brasil kepada Pemerintah Desa Padakembang.
Penyerahan bibit tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan industri anyaman bambu yang telah menjadi salah satu sektor unggulan desa.
Budi daya bambu dipandang memiliki peran strategis dalam menjamin ketersediaan bahan baku bagi para pengrajin dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan kualitas hasil produksi.
Di sisi lain, penanaman bambu juga memberikan manfaat bagi lingkungan karena mampu membantu konservasi lahan, mengendalikan erosi, serta memperkuat ketahanan ekologi kawasan perdesaan.
Program ini akan berlanjut dengan survei lapangan, pemetaan potensi dan permasalahan secara lebih mendalam, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan desa.
Baca Juga:Perlindungan Pekerja Desa Diperkuat! BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi Massal di PangandaranAksi Hijau di Tasikmalaya! BPJS Ketenagakerjaan Tanam Pohon di Ponpes Sulalatul Huda
Hasil dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Desa Padakembang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki sekaligus memperkuat fondasi pembangunan berbasis komunitas.
Pendekatan partisipatif yang diterapkan dalam program ini menjadi langkah penting agar pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga selaras dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat. (rls)
