SMKN 4 Tasikmalaya Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Budaya Lewat Festival Kokurikuler

Festival Kokurikuler SMK Negeri 4 Tasikmalaya
Siswa SMKN 4 Kota Tasikmalaya menunjukkan karya mereka. (Fitriah Widayanti/radartasik.id)
0 Komentar

Selain itu, dipamerkan pula sabun mandi berbahan dedak kopi, keripik pelepah pisang, hingga olahan daun kelor yang dikembangkan menjadi produk pangan sehat.

Sementara itu, siswa Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) menghadirkan berbagai inovasi digital melalui pembuatan website dan aplikasi game edukatif yang dirancang untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Tak hanya menjadi ajang pamer karya, Festival Kokurikuler juga dirancang sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Melalui kegiatan tersebut, SMK Negeri 4 Tasikmalaya berupaya membangun kepercayaan diri peserta didik dengan melibatkan orang tua untuk memberikan apresiasi secara langsung terhadap karya maupun penampilan anak-anak mereka.

Baca Juga:Enam Bulan yang Berkesan!Solidaritas untuk Supriadi, Perempuan Pejuang Agraria Titipkan Sepasang Kambing di Polres Tasikmalaya

Upaya itu diwujudkan melalui penyediaan voucher apresiasi yang dapat diisi orang tua sesuai kemampuan masing-masing.

Berbeda dengan transaksi jual beli pada umumnya, voucher tersebut tidak memiliki nominal yang ditentukan sehingga nilai penghargaan sepenuhnya diserahkan kepada orang tua.

“Kenapa di dalam voucher itu tidak ada nominal harganya karena itu dikembalikan lagi kepada mereka mau memberinya berapa. Berbeda dengan produk yang sudah ditentukan harganya,” tuturnya.

Menurut Dudi, konsep tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih minimnya budaya memberikan penghargaan dan kepercayaan kepada anak.

Karena itu, sekolah berupaya menghadirkan ruang agar orang tua dapat menunjukkan dukungan secara nyata atas proses belajar dan karya yang dihasilkan putra-putri mereka.

“Saya juga minta diapresiasi sama orang tua karena kita ini, menurut pandangan saya krisis penghargaan, krisis kepercayaan, jadi kalau sudah seperti itu kita tidak bisa menghargai, mempercayai anak kita sendiri mau siapa lagi kalau bukan orang tua,” katanya.

Sekolah juga akan memberikan penghargaan kepada siswa yang memperoleh apresiasi terbaik dari orang tua selama festival berlangsung.

Baca Juga:Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang Sebelum Unjuk Rasa di Depan Istana, Civitas Kampus Tuntut Sanksi TegasDi Balik Panggung Anniversary STC ke-28: Pasukan Tanpa Honor!

Ketua Pelaksana Festival Kokurikuler Sifa Utami SPd menambahkan, semangat keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui karya yang dipamerkan, tetapi juga melalui program penghijauan.

Setiap transaksi yang dilakukan selama festival disertai komitmen menyumbangkan satu bibit pohon yang selanjutnya akan ditanam di lingkungan sekolah.

“Karena kita temanya inovasi berkelanjutan, jadi komitmen dengan anak-anak bahwa setiap transaksi itu ada kontribusi kita untuk menyisihkan ke program penghijauan,” jelas Sifa. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar