Raimondo Bantah AC Milan Ikuti Model Liverpool: Yang Satu Direncanakan, Satunya Lagi Dadakan

RedBird dan AC Milan
Ilustrasi RedBird dan AC Milan Kolase foto
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Klaim bahwa AC Milan sedang meniru model kesuksesan Liverpool kembali mendapat bantahan dari sejumlah pengamat sepak bola Italia.

Setelah sebelumnya muncul kritik bahwa Rossoneri terlambat menyalin formula klub Inggris tersebut, kini pengacara sekaligus analis olahraga Felice Raimondo menilai perbandingan antara Milan dan Liverpool justru tidak tepat.

Menurut Raimondo, ada perbedaan mendasar antara transformasi yang dilakukan Liverpool di bawah Fenway Sports Group (FSG) dengan perubahan struktur organisasi yang saat ini dijalankan oleh pemilik AC Milan, Gerry Cardinale dan RedBird Capital.

Baca Juga:Tak Cocok dengan Gaji di Udinese, Zaniolo Bisa Pindah ke Juventus atau AC MilanSulit Datangkan Oumar Solet, Inter Milan Bidik Bek Andalan AS Roma

Pernyataan Raimondo sekaligus memperkuat perdebatan yang telah muncul dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, sejumlah jurnalis Italia menilai Milan sedang berupaya meniru struktur Liverpool dengan memberikan kekuasaan lebih besar kepada jajaran eksekutif dibandingkan figur direktur olahraga tradisional.

Namun, bagi Raimondo, kemiripan tersebut hanya terlihat di permukaan.

Melalui kanal YouTube pribadinya, ia menjelaskan bahwa kesuksesan Liverpool tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang berlangsung selama bertahun-tahun.

“Untuk memahami ke mana arah Milan berjalan, kita harus melihat terlebih dahulu tolok ukur yang sering disebut-sebut, yaitu Liverpool milik Fenway Sports Group. Mesin sepak bola Inggris yang mampu memenangkan Liga Champions dan Premier League itu tidak dibangun dalam semalam,” ujar Raimondo.

Menurutnya, keberhasilan Liverpool merupakan hasil dari lebih dari satu dekade pembentukan struktur organisasi yang stabil.

Selama periode tersebut, FSG melakukan berbagai eksperimen, menghadapi kegagalan, melakukan evaluasi, dan secara bertahap memusatkan kekuasaan olahraga kepada CEO Football mereka, Michael Edwards.

Di Liverpool, setiap langkah diambil melalui proses yang matang dan berkelanjutan.

Baca Juga:Mourinho: Barcelona Klub Terbesar di Dunia, Tepat di Belakang Real MadridPiala Dunia 2026: Messi Top Skor, Qatar Angkat Koper

Struktur yang kini dianggap ideal merupakan hasil penyempurnaan bertahun-tahun, bukan keputusan yang lahir karena situasi darurat.

Inilah yang menurut Raimondo sangat berbeda dengan kondisi yang terjadi di Milan saat ini.

Ia mengingatkan bahwa titik awal perubahan besar Rossoneri terjadi pada 25 Mei 2026.

Pada hari itu, RedBird mengeluarkan pengumuman yang mengejutkan publik sepak bola Italia dengan memberhentikan sejumlah figur penting secara bersamaan.

Pelatih kepala, direktur olahraga, direktur teknik, hingga CEO klub dilepas dalam satu keputusan yang praktis mengosongkan pucuk pimpinan area olahraga Milan.

0 Komentar