GARUT, RADARTASIK.ID – Musim kemarau tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, kebakaran lahan dan hutan. Dampak kemarau juga merambah ke sektor pariwisata di Kabupaten Garut.
Dua objek wisata danau andalan, yakni Situ Cangkuang dan Situ Bagendit kini menghadapi ancaman penurunan debit air yang memicu pesatnya pertumbuhan tanaman liar atau gulma.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunarantika mengungkapkan bahwa karakteristik kedua situ tersebut bukan berasal dari mata air alami menjadi alasan utama rentannya pasokan air saat cuaca kering.
Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara
Ia menyampaikan jika awalnya kedua situ itu berasal dari cekungan. “Untuk Situ Cangkuang dan Situ Bagendit ini kan bukan dari sumber mata air langsung, melainkan dari suplisi sumber air yang ada di sekitarnya karena karakteristik awalnya berupa cekungan,” ucapnya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Beni Yoga menjelaskan, kondisi ketersediaan air di kawasan objek wisata tersebut sangat bergantung pada distribusi suplai dari beberapa sumber air pengumpan di sekitarnya.
Saat musim kering tiba, pasokan air yang masuk berkurang drastis sehingga memicu penurunan debit air yang cukup signifikan.
“Begitu beberapa sumber air yang masuk ke sana berkurang, ya risikonya debit air turun. Di Situ Bagendit sendiri sekarang penurunan debit airnya lumayan tinggi,” katanya.
Penurunan debit air yang berpadu dengan cuaca panas terik menciptakan kondisi ideal bagi percepatan pertumbuhan tanaman pengganggu, gulma atau eceng gondok di permukaan danau.
Pihaknya pun terus berupaya untuk membersihkan eceng gondok di Situ Bagendit dan Situ Cangkuang tersebut.
“Pada saat kondisi air turun dan cuaca panas, pertumbuhan gulma ini luar biasa cepatnya. Kami sudah berupaya membersihkan di titik ini dan titik sana, tetapi kecepatan tumbuhnya jauh lebih cepat dibandingkan dengan proses pembersihan yang kita lakukan,” katanya.
Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia
Tak hanya eceng gondok yang biasa mendominasi, Disparbud Kabupaten Garut juga mencatat kemunculan beberapa jenis tanaman air lainnya yang kian menyulitkan penanganan kebersihan danau.
Ia menyampaikan, hal ini menjadi tantangan bagi pihaknya karena upaya pembersihan semakin berat.
