“Sekarang malah muncul beberapa jenis tanaman baru lagi. Ada tanaman mangkokan, eceng gondok, hingga teratai yang kembali bermunculan. Ini jelas menjadi tantangan dan PR yang cukup berat bagi kami untuk menjaga kelestarian dan keindahan area wisata,” pungkasnya.
Pihaknya terus berkoordinasi dan mengupayakan langkah penanganan ekstra agar penurunan debit air dan maraknya gulma ini tidak sampai mengganggu aktivitas wisatawan maupun daya tarik daya pikat wisata Situ Bagendit dan Situ Cangkuang. (Agi Sugiana)
