RADARTASIK.ID – Bursa transfer Serie A kembali diramaikan oleh nama Nicolo Zaniolo.
Gelandang serang Italia yang dikenal bertalenta sekaligus kontroversial itu kini berada di persimpangan karier setelah muncul ketidakcocokan terkait kontrak barunya bersama Udinese.
Padahal, secara resmi mulai 1 Juli mendatang Zaniolo akan menjadi pemain penuh Udinese.
Baca Juga:Mourinho: Barcelona Klub Terbesar di Dunia, Tepat di Belakang Real MadridPiala Dunia 2026: Messi Top Skor, Qatar Angkat Koper
Klub asal Friuli tersebut telah mengaktifkan opsi pembelian permanen dari Galatasaray senilai 5 juta euro atau sekitar Rp100 miliar.
Sebelumnya, Udinese juga telah mengeluarkan biaya 2,5 juta euro atau sekitar Rp50 miliar untuk memboyong sang pemain dengan status pinjaman pada musim lalu.
Namun, meski transfer permanennya sudah hampir rampung, masa depan Zaniolo di Stadion Bluenergy masih belum sepenuhnya aman.
Masalah utama yang menghambat kelanjutan kerja sama kedua pihak adalah persoalan gaji.
Agen Zaniolo, Claudio Vigorelli, secara terbuka mengakui bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai kontrak baru yang dianggap sesuai dengan nilai sang pemain.
“Kami tentu senang dengan dampak yang diberikan Nicolò di Udine dan musim yang sangat positif, tetapi sekarang kami perlu menemukan kesepakatan gaji baru untuk memastikan kehadirannya terus berlanjut dan benar-benar dibangun di atas fondasi yang kokoh,” kata Vigorelli.
Menurut sang agen, proses kedatangan Zaniolo ke Udinese musim panas lalu berlangsung sangat cepat menjelang penutupan bursa transfer.
Baca Juga:Giancarlo Marocchi: Saya Tidak Mau Melihat Nico Paz Dimainkan Sebagai Mezzala di Inter Milan Klopp Tak Punya Jagoan Pemenang Piala Dunia 2026: Keberuntungan Kalahkan Kualitas Pemain
Situasi tersebut membuat klausul kontrak yang disepakati saat itu tidak sepenuhnya mencerminkan nilai pasar sang pemain saat ini.
“Kami memilih menyelesaikan kesepakatan dengan janji untuk membahas kembali persyaratan ekonomi sebelum opsi pembelian permanen digunakan. Dalam beberapa hari terakhir kami telah berdiskusi intensif dengan Udinese, tetapi hingga kini belum tercapai kesepakatan,” lanjutnya.
Pada musim lalu, Zaniolo menerima gaji bersih sebesar 1,8 juta euro per musim atau sekitar Rp36 miliar.
Angka tersebut bahkan sudah menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi di skuad Udinese.
Kini, menurut sejumlah laporan dari Italia, mantan pemain Roma itu meminta kenaikan gaji hingga 3 juta euro bersih per musim, setara Rp60 miliar.
Permintaan tersebut dinilai cukup berat bagi Udinese yang selama ini dikenal memiliki struktur gaji yang relatif konservatif.
