RADARTASIK.ID – José Mourinho kembali melontarkan pernyataan yang menarik perhatian dunia sepak bola.
Dalam wawancara panjang bersama Vanity Fair, pelatih baru Real Madrid itu mengenang masa-masa awal kariernya di Barcelona sekaligus membahas rivalitas legendaris antara Los Blancos dan Blaugrana yang pernah menjadi pusat perhatian dunia.
Mourinho, yang kini kembali menukangi Real Madrid, mengaku memiliki kenangan indah selama bekerja di Barcelona.
Baca Juga:Atalanta Pabrik Pemain Paling Sukses di Italia: Raup Keuntungan Rp1,96 Triliun dari Jual Dua Pemain Atletico Madrid Ganggu Rencana Inter Milan Datangkan Oumar Solet
Meski dalam perjalanan kariernya ia kemudian dikenal sebagai salah satu “musuh” terbesar Blaugrana karena berbagai duel panas bersama Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid, pelatih asal Portugal itu menegaskan tidak pernah menyimpan perasaan negatif terhadap klub Catalan tersebut.
Menurut Mourinho, Barcelona memiliki tempat yang sangat spesial dalam kehidupannya, baik secara profesional maupun pribadi.
“Saya ingat ada sebuah foto yang sangat lucu. Di foto itu ada saya, Pep Guardiola, dan Luis Enrique saat sesi latihan. Ketika itu saya masih asisten pelatih muda, sementara Pep dan Luis hanya pemain. Saat itu saya masih sangat jauh dari sosok yang akhirnya saya menjadi sekarang,” ujar Mourinho.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan bahwa dirinya, Guardiola, dan Luis Enrique suatu hari akan menjadi tiga pelatih sukses yang sama-sama mampu memenangkan Liga Champions.
“Saya rasa saat itu mereka juga hanya fokus pada karier sebagai pemain. Tidak ada yang memikirkan akan menjadi pelatih hebat di masa depan. Kini kami semua pernah menjuarai Liga Champions dan mencapai banyak hal luar biasa,” lanjutnya.
Mourinho juga mengungkapkan bahwa sejak masih menjadi pemain, Guardiola dan Luis Enrique sudah menunjukkan karakter yang berbeda dibanding pemain lain.
“Saya langsung melihat bahwa Pep adalah pemain yang sangat cerdas dari cara dia membaca permainan. Sementara Luis Enrique memiliki jiwa pemimpin yang kuat dan kemampuan memotivasi kelompok dengan sangat baik,” katanya.
Baca Juga:Inter Bidik Dua Pemain Sayap untuk Gantikan Dumfries: Satu dari Juventus, Satu Lagi dari Fiorentina Cardinale Ubah AC Milan Jadi Liverpool Versi Italia, Jurnalis Italia: Terlambat Sebulan!
Meski kemudian identik dengan berbagai konflik dan persaingan sengit melawan Barcelona, Mourinho mengaku tetap memiliki hubungan emosional yang positif dengan klub tersebut.
Baginya, Barcelona bukan sekadar tempat bekerja, melainkan kota yang menyimpan banyak kenangan keluarga.
