RADARTASIK.ID – AC Milan akhirnya mengambil keputusan besar terkait struktur olahraga klub untuk musim depan.
Namun, keputusan yang diambil pemilik klub, Gerry Cardinale, justru memunculkan perdebatan baru di Italia.
Bukan karena konsep yang dipilih dianggap keliru, melainkan karena waktunya dinilai terlalu lambat.
Baca Juga:Mantan Ketua PSSI Italia Ungkap Skandal Calciopoli: Wasit Tak Membantu Juventus Memenangkan ScudettoMalago Rayu Paolo Maldini Gabung FIGC: Ranieri dan Buffon Jadi Pilihan Kedua
Setelah berminggu-minggu diwarnai spekulasi mengenai kemungkinan hadirnya direktur olahraga baru, manajemen Rossoneri akhirnya memutuskan untuk tidak menunjuk sosok tunggal yang memimpin area sepak bola klub.
Sebagai gantinya, AC Milan akan mengadopsi model kerja kolektif yang disebut-sebut mirip dengan sistem yang selama ini diterapkan Liverpool.
Dalam struktur baru tersebut, sejumlah figur penting akan bekerja bersama dalam proses pengambilan keputusan, mulai dari perekrutan pemain hingga penyusunan strategi jangka panjang klub.
Ruben Amorim menjadi salah satu tokoh sentral dalam proyek ini.
Pelatih asal Portugal itu akan memiliki peran besar dalam menentukan kebutuhan tim, mengidentifikasi posisi yang perlu diperkuat, hingga menyusun profil pemain yang sesuai dengan filosofi permainannya.
Setelah Amorim menyampaikan kebutuhan teknis tim, departemen scouting dan tim analisis data akan bekerja mencari kandidat yang memenuhi kriteria tersebut.
Seluruh proses kemudian akan dibahas bersama dalam komite strategis yang beranggotakan Gerry Cardinale, Ruben Amorim, Almstadt, Gardiner, Calvell, dan Castelblanco.
Di luar struktur resmi tersebut, Zlatan Ibrahimovic juga tetap memiliki pengaruh penting sebagai Senior Advisor yang memberikan masukan kepada manajemen.
Baca Juga:Portugal Kalahkan Uzbekistan 5-0: Ronaldo Tak Mau Jawab Pertanyaan Soal MessiChelsea Comot Marco Palestra dari Genggaman Inter Milan: Nerazzurri Tak Sanggup Ladeni Tawaran Gaji The Blues
Model ini mengingatkan banyak pihak pada pendekatan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir.
Di Anfield, keputusan-keputusan besar tidak hanya ditentukan oleh satu direktur olahraga, melainkan melalui kolaborasi antara pelatih, tim rekrutmen, departemen analitik, dan manajemen klub.
Pendekatan tersebut terbukti sukses membawa Liverpool kembali menjadi salah satu kekuatan terbesar di Eropa.
Klub Merseyside itu mampu merekrut pemain-pemain yang sesuai kebutuhan tim sekaligus menjaga stabilitas keuangan.
Karena itulah, tidak sedikit yang menilai AC Milan sedang mencoba meniru formula yang telah berhasil diterapkan Liverpool.
Namun, keputusan tersebut langsung memancing komentar dari jurnalis senior Italia, Monica Colombo.
Melalui akun media sosialnya, Colombo menegaskan bahwa masalah utama bukan terletak pada model yang dipilih Cardinale.
