Mantan Ketua PSSI Italia Ungkap Skandal Calciopoli: Wasit Tak Membantu Juventus Memenangkan Scudetto

Franco Carraro
Franco Carraro Foto: Tangkapan layar Youtube 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Dua dekade setelah skandal Calciopoli mengguncang sepak bola Italia, Franco Carraro akhirnya kembali angkat bicara.

Mantan Presiden FIGC atau Federasi Sepak Bola Italia itu mengungkap versinya mengenai salah satu kasus paling kontroversial dalam sejarah Serie A.

Carraro merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia olahraga Italia.

Baca Juga:Portugal Kalahkan Uzbekistan 5-0: Ronaldo Tak Mau Jawab Pertanyaan Soal MessiChelsea Comot Marco Palestra dari Genggaman Inter Milan: Nerazzurri Tak Sanggup Ladeni Tawaran Gaji The Blues 

Selain pernah memimpin FIGC, ia juga pernah menjabat sebagai Presiden CONI (Komite Olimpiade Italia), Senator Republik Italia, hingga Menteri dalam pemerintahan Italia.

Sayangnya, namanya tak bisa dilepaskan dari peristiwa besar yang terjadi pada musim panas 2006 ketika skandal Calciopoli meledak dan mengguncang fondasi sepak bola Negeri Pizza.

Dalam wawancara terbaru bersama Corriere della Sera, Carraro mengaku menerima tanggung jawab atas apa yang terjadi saat itu.

Ia menegaskan bahwa dirinya memilih mundur dari jabatan Presiden FIGC karena merasa memiliki tanggung jawab politik dan olahraga terhadap krisis yang melanda sepak bola Italia.

“Saya memiliki tanggung jawab politik dan olahraga. Saya langsung membayar konsekuensinya dan segera mengundurkan diri,” ujar Carraro.

Meski demikian, Carraro juga mengungkap sejumlah fakta yang menurutnya menjadi akar munculnya skandal tersebut.

Salah satu penyesalan terbesarnya adalah kegagalan melakukan pergantian terhadap dua petinggi sektor perwasitan Italia saat itu, Paolo Bergamo dan Pierluigi Pairetto.

Baca Juga:Inter Siap Korbankan Bastoni dan Thuram demi Nico PazMassimo Marianella: Ibrahimovic Komentator Terburuk di Piala Dunia

Menurut Carraro, sejak 2004 dirinya sudah memiliki rencana untuk mengganti keduanya karena merasa siklus kepemimpinan mereka sudah terlalu lama. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Ia bahkan sempat mencoba membujuk wasit legendaris Pierluigi Collina untuk pensiun lebih cepat dan mengambil peran sebagai penunjuk wasit nasional.

Tapi proposal tersebut ditolak oleh Collina. Lebih dari itu, Carraro mengaku baru mengetahui beberapa tahun kemudian bahwa informasi tersebut ternyata disampaikan kepada Leonardo Meani, sosok yang saat itu menangani hubungan AC Milan dengan perangkat pertandingan.

Ketika kabar tersebut sampai ke telinga Bergamo dan Pairetto, situasi menjadi semakin rumit.

“Mereka mengetahui saya ingin mengganti mereka, lalu kehilangan kendali dan mulai mencari dukungan kepada Luciano Moggi,” ungkap Carraro.

0 Komentar