Ia berharap ilmu yang diperoleh 24 kader tersebut dapat diteruskan kepada kader lainnya. Tim juga menyiapkan berbagai media pembelajaran seperti video dan buku agar upaya pencegahan kegawatdaruratan pada ibu hamil dan ibu nifas semakin optimal.
Dewi berharap kader kesehatan di Kelurahan Karsamenak dapat menjadi perpanjangan tangan dosen Poltekkes setelah kegiatan pengabdian selesai, bersama bidan kelurahan dan Bidan Koordinator Puskesmas Kawalu dalam mendampingi ibu hamil dan ibu nifas.
“Para kader sudah dilatih bagaimana untuk menjadi fasilitator pada kelas ibu hamil agar bisa mengetahui tidak mengurangi kecemasan dan memberikan pertolongan pertama jika terjadi tanda bahaya saat nifas,” ujarnya.
Baca Juga:Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang Sebelum Unjuk Rasa di Depan Istana, Civitas Kampus Tuntut Sanksi TegasDi Balik Panggung Anniversary STC ke-28: Pasukan Tanpa Honor!
Sementara itu, anggota Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes, Tetik Nurhayati SKEp Ners MKep, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari hasil wawancara dengan Kepala Puskesmas Kawalu dan Bidan Koordinator Puskesmas Kawalu yang menunjukkan masih adanya kasus kematian ibu pada masa nifas. Kondisi itu menjadi dasar perlunya edukasi kepada ibu hamil mengenai tanda bahaya setelah melahirkan.
Melalui kerja sama dengan Puskesmas Kawalu, Poltekkes memberikan materi deteksi dini tanda bahaya nifas dalam kelas ibu hamil di Kelurahan Karsamenak.
“Tujuan kegiatan pada kelas ibu hamil di Kelurahan Karsamenak ini untuk mengetahui deteksi dini tentang tanda bahaya masa nifas. Untuk itu dipersiapkan sejak masa kehamilan,” katanya.
Materi diberikan melalui video edukasi yang menjelaskan berbagai gejala berbahaya pada masa nifas, seperti perdarahan, keluarnya cairan berbau, pusing, dan nyeri ulu hati. Dengan memahami tanda-tanda tersebut, ibu hamil diharapkan lebih siap mengambil tindakan ketika mengalami kondisi darurat setelah melahirkan.
“Ketika terjadi sesuatu pada saat nifas, bisa mengambil tindakan cepat dan tepat sehingga hal buruk dapat dihindari. Karena dampak dari kegawatdaruratan pada nifas ini merupakan penyumbang tertinggi angka kematian ibu di Indonesia, terutama pendarahan pada masa nifas,” ujarnya.
Selain mendapatkan edukasi, para ibu hamil juga menjalani pemeriksaan tekanan darah dan urine untuk mendeteksi adanya protein urine sebagai salah satu indikator risiko kegawatdaruratan kehamilan.
Kepala Puskesmas Kawalu dr Budy Nugraha MMKes mewakili Bidan Koordinator Puskesmas Kawalu Bdn Nia Yuliani ST STr Keb mengatakan kegiatan peningkatan kapasitas kader dan kelas ibu hamil kali ini merupakan hasil kolaborasi dengan Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Kegiatan juga didukung bidan wilayah Kelurahan Karsamenak, Meti Setya Lestari AMKeb dan Lina Rohayani AMKeb.
