Dalam diskusi di Radio Tuttomercatoweb, sejumlah jurnalis dan pengamat sepak bola Italia mengaku belum sepenuhnya yakin dengan arah yang diambil manajemen Rossoneri.
Stefano Impallomeni menilai struktur baru tersebut merupakan sesuatu yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya.
“Ini bentuk organisasi baru yang tidak diharapkan siapa pun. Saya hanya bisa mengucapkan semoga berhasil kepada Cardinale,” ujarnya.
Baca Juga:CEO Juventus Akan Bertemu Agen Franck Kessie: Siap Rekrut Jika Terima Tawaran Gaji 5 Juta EuroTangan Tuhan Maradona, Momen Messi Jadi Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia
Nada yang lebih sinis datang dari Daniele Garbo. Menurutnya, Milan seolah semakin menjauh dari pendekatan tradisional dalam mengelola klub sepak bola.
“Mungkin langkah berikutnya adalah membiarkan kecerdasan buatan memimpin sesi latihan. Itu saja yang bisa saya katakan,” sindir Garbo.
Sementara itu, Stefano Mattei membandingkan situasi Milan dengan keberhasilan Inter Milan dan Juventus dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya sulit memahami strategi ini. Inter mulai mendominasi sejak ada Giuseppe Marotta. Juventus juga meraih banyak kesuksesan ketika Marotta masih di sana. Sosok pemimpin berpengalaman sangat penting. Karena itu saya melihat Juventus justru melakukan langkah yang lebih tepat dengan merekrut Giovanni Carnevali,” katanya.
Pendapat serupa diungkapkan mantan pemain Serie A, Massimo Orlando. Ia mengaku lebih berharap Milan menunjuk figur berpengalaman seperti Adriano Galliani atau Ralf Rangnick.
“Saya berharap Galliani atau Rangnick yang datang. Harapan satu-satunya sekarang adalah orang-orang baru ini mampu memberikan kejutan positif. Mereka tidak memiliki rekam jejak besar di sepak bola dan pengalaman mereka sangat terbatas. Jika saya menjadi pendukung Milan, saya tidak akan merasa tenang dengan situasi ini,” ujarnya.
Meski begitu, Orlando tetap membuka peluang bahwa manajemen baru bisa membuktikan kualitas mereka.
Baca Juga:Duel Prancis vs Irak Ditunda Karena Ancaman Badai Petir, FIFA Tak Punya Aturan Hadapi Cuaca BurukAlvarez Minta Dijual ke Barcelona, Atletico Madrid: Bayar Rp10 Triliun
“Jika mereka berhasil mengembalikan Milan ke level yang semestinya, maka semua orang akan memberikan tepuk tangan. Saat ini memang belum banyak kepercayaan, tetapi kami akan senang jika mereka mampu membuktikan bahwa kami salah,” tambahnya.
Komentar paling tajam datang dari jurnalis senior sekaligus pendukung Milan, Carlo Pellegatti.
Ia secara terbuka mengaku lebih menyukai opsi Galliani maupun Rangnick dibanding struktur baru yang dipilih Cardinale.
“Saya menginginkan Galliani, saya juga menginginkan Rangnick. Bahkan solusi terakhir yang sempat dibahas sebelumnya masih lebih meyakinkan. Yang datang sekarang adalah pilihan yang sangat berisiko karena orang-orang ini tidak memiliki CV sekuat kandidat lainnya,” kata Pellegatti.
