TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemanfaatan pekarangan rumah didorong menjadi gerakan nyata untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga di Kota Tasikmalaya.
Di tengah tantangan ekonomi, lahan sempit dinilai tak lagi layak menjadi alasan untuk tidak produktif.
Pesan itu mengemuka dalam Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Rumah yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara RSIA Sayang Bunda Muslimat NU dan BPJS Kesehatan Kota Tasikmalaya di Masjid Agung Tasikmalaya, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga:Retribusi Kota Tasikmalaya Terseok, Sektor Kesehatan Justru Klaim Tetap StabilDenny Frust, Dhyo Haw, hingga Pertelon Koplo: Ini Agenda Lengkap Anniversary STC ke-28!
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan pemanfaatan pekarangan rumah bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga, ketahanan pangan, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari lingkup rumah tangga.
Menurutnya, keterbatasan lahan justru bisa menjadi ruang lahirnya kreativitas. Hal itu terlihat dari pemanfaatan barang bekas seperti gelas plastik, galon, hingga wadah sederhana yang disulap menjadi media tanam produktif.
“Semangat pemberdayaan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Pekarangan rumah yang selama ini dipandang biasa justru bisa menjadi sumber pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Viman.
Ia berharap gerakan pemanfaatan pekarangan rumah terus meluas hingga seluruh kelurahan di Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, keterlibatan kaum perempuan, khususnya kader Muslimat NU, menjadi salah satu motor penggerak keberhasilan program tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga mengapresiasi penandatanganan kerja sama antara RSIA Sayang Bunda Muslimat NU dengan BPJS Kesehatan Kota Tasikmalaya.
Kerja sama itu membuka akses pelayanan rawat jalan dan rawat inap bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Harus Punya PDAM SendiriAkses Keuangan Syariah Diperluas OJK Lewat Jaringan PERSIS
Viman menyebut kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis memperkuat implementasi Universal Health Coverage (UHC) di Kota Tasikmalaya.
Saat ini cakupan kepesertaan JKN di Kota Tasikmalaya telah mencapai 99,18 persen penduduk.
“UHC bukan sekadar angka kepesertaan. Yang lebih penting adalah masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan penguatan akses layanan kesehatan sejalan dengan program prioritas Tasik Gemas yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) sekaligus Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Arifatul Choiri Fauzi, mengajak masyarakat mendukung dan mengembangkan berbagai program Presiden Prabowo Subianto secara positif, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
