TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Buruknya pelayanan air bersih PDAM Sukapura kembali menjadi sorotan.
Forum Silaturahmi Selasar Masjid Agung (Fossma) menilai keluhan pelanggan yang terus berulang tidak bisa lagi dianggap persoalan biasa, melainkan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah.
Ketua Fossma, Dadang AP, mengungkapkan, pihaknya menerima banyak pengaduan masyarakat terkait distribusi air PDAM Sukapura yang kerap tersendat, terutama di wilayah Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Akses Keuangan Syariah Diperluas OJK Lewat Jaringan PERSISInflasi 2,82 Persen, Pemkot Tasikmakaya Jaga Harga Pangan
Kondisi itu membuat sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
“Keluhan masyarakat hampir sama. Air sering macet, debitnya kecil, kadang mengalir kadang tidak. Bagi pelanggan yang tidak memiliki sumur cadangan, mereka terpaksa meminta air ke tetangga atau mengambil air ke masjid terdekat,” ujarnya usai diskusi Fossma di Taman Kota Tasikmalaya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Dadang, persoalan tersebut patut menjadi perhatian serius karena sekitar 70 persen pelanggan PDAM Sukapura merupakan warga Kota Tasikmalaya.
Karena itu, kualitas pelayanan harus menjadi prioritas utama.
Fossma meminta PDAM Sukapura meningkatkan pelayanan secara maksimal dan konsisten agar masyarakat memperoleh haknya sebagai pelanggan.
Pelayanan yang tidak stabil dinilai hanya akan menggerus kepercayaan publik.
“Bila kondisi pelayanan tetap seperti sekarang, Pemkot dan DPRD Kota Tasikmalaya perlu melakukan evaluasi komprehensif terhadap kerja sama dengan PDAM Sukapura. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan, sementara kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tasikmalaya juga belum jelas seberapa besar,” tegasnya.
Dadang menambahkan, sudah saatnya Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai memikirkan kemandirian penyediaan air bersih dengan membangun PDAM sendiri.
Menurutnya, ketergantungan terhadap perusahaan daerah milik Kabupaten Tasikmalaya tidak bisa berlangsung selamanya.
Baca Juga:Kinerja APBD 2026 Tak Sesuai Proyeksi, Pemkot Tasikmalaya Mulai Lakukan EvaluasiLapas Tasikmalaya Tegaskan Pembinaan Bukan Sekadar Hukuman
Ia menilai peluang tersebut terbuka apabila pemerintah mampu menggandeng investor maupun pihak ketiga melalui skema kerja sama yang saling menguntungkan.
Namun, rencana itu harus didukung kajian ilmiah mengenai potensi sumber air di wilayah Kota Tasikmalaya, seperti Situ Gede maupun lokasi lain yang dinilai layak.
“Jangan sampai warga terus menjadi penonton di rumah sendiri. Kota Tasikmalaya sudah saatnya berani membangun kemandirian layanan air bersih dengan kajian yang matang dan perencanaan yang serius,” katanya.
