TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya tidak ingin pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berubah menjadi gejolak harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, berbagai langkah pengendalian inflasi terus dipacu agar daya beli warga tetap terjaga.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kota Tasikmalaya Desi Nur Aria Sari mengatakan, arahan Wali Kota Tasikmalaya sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, yakni memastikan inflasi tetap terkendali meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan.
Baca Juga:Kinerja APBD 2026 Tak Sesuai Proyeksi, Pemkot Tasikmalaya Mulai Lakukan EvaluasiLapas Tasikmalaya Tegaskan Pembinaan Bukan Sekadar Hukuman
Menurutnya, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya terus menjalankan enam langkah pengendalian inflasi yang telah menjadi arahan Presiden.
“Yang pertama melalui pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang selama ini rutin dilaksanakan di kecamatan-kecamatan. Kemudian kami melakukan monitoring harga melalui inspeksi mendadak ke pasar,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Selain itu, pemerintah kembali menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan melalui kelompok tani (Poktan), Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga Taruna Tani.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat lokal.
Tak hanya itu, Pemkot juga telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pengendalian inflasi melalui belanja subsidi yang dikelola Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Indag) dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Di sisi lain, strategi 4K juga terus diperkuat, yakni menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
“Empat strategi ini akan terus kami optimalkan agar harga kebutuhan pokok tetap stabil,” terangnya.
Baca Juga:SR 41 Kota Tasikmalaya Jadi Penawar Putus Sekolah, Menteri PPA Ingatkan Pengasuh Jangan LengahDisdikbud Tasikmalaya Percepat 7 Kebiasaan Anak Hebat di SMP, kenapa?
Sebagai bentuk intervensi langsung di lapangan, Pemkot Tasikmalaya kembali menggelar Warung Stabilisasi Inflasi (Wangsit) di Kecamatan Kawalu kemarin.
Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu wilayah terluar di Kota Tasikmalaya sehingga diharapkan masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu hingga berbagai produk hasil Kelompok Wanita Tani.
Desi berharap berbagai upaya tersebut mampu menjaga laju inflasi Kota Tasikmalaya tetap berada pada level aman.
