Lapas Tasikmalaya Tegaskan Pembinaan Bukan Sekadar Hukuman

penguatan karakter warga binaan Lapas Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menghadiri pembukaan Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan bagi Warga Binaan di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Kamis (18/6/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya terus menegaskan fungsi pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan, bukan sekadar menjalani hukuman.

Penguatan karakter, wawasan kebangsaan, hingga membuka ruang interaksi dengan masyarakat dinilai menjadi bekal penting agar warga binaan kembali sebagai pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan bagi Warga Binaan di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga:SR 41 Kota Tasikmalaya Jadi Penawar Putus Sekolah, Menteri PPA Ingatkan Pengasuh Jangan LengahDisdikbud Tasikmalaya Percepat 7 Kebiasaan Anak Hebat di SMP, kenapa?

Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya Ismet Sitorus mengatakan, tujuan utama pembinaan adalah membentuk karakter warga binaan agar memiliki bekal moral dan nasionalisme setelah menyelesaikan masa pidananya.

“Lapas ini hadir untuk membantu mereka agar ke depan menjadi pribadi yang lebih baik. Harapannya, ketika pulang dari lapas mereka sudah memiliki karakter yang baik dan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya kepada Radar.

Menurut Ismet, selama menjalankan pembinaan tidak ditemukan kendala berarti dalam memberikan pemahaman mengenai ideologi maupun wawasan kebangsaan.

Justru warga binaan dinilai sangat terbuka menerima berbagai materi yang disampaikan.

Ia menjelaskan, tantangan yang ada bukan pada penerimaan warga binaan, melainkan menghadirkan narasumber yang mampu menyampaikan materi secara sederhana dan mudah dipahami.

“Kami hanya perlu menghadirkan orang-orang atau pakar yang bisa memberikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami. Kalau soal penerimaan, mereka sangat terbuka. Bahkan mereka berharap semakin banyak komunitas atau tamu dari luar yang datang memberikan sosialisasi tentang cinta tanah air, nasionalisme, maupun materi positif lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menilai kegiatan tersebut bukan hanya memberikan tambahan wawasan, tetapi juga menjadi penyegar suasana bagi warga binaan yang menjalani masa pidana.

Baca Juga:Generasi Qurani Jadi Benteng di Era Digital, Diky Candra Motivasi Santri Madrasah DiniyyahTPS SL Tobing Kota Tasikmalaya Sempat Jadi Titik Rawan Lagi, DLH Angkut 12 Ton Sampah saat Hari Libur

Menurutnya, masyarakat juga perlu melihat lapas dari sudut pandang pembinaan, bukan sekadar tempat menghukum seseorang.

“Kegiatan seperti ini memberikan ilmu sekaligus menjadi break out dari kepenatan warga binaan. Kita semua harus belajar bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, tetapi selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri,” tuturnya.

Diky mengajak masyarakat tidak lagi memberi stigma negatif kepada warga binaan.

0 Komentar