‎Inflasi 2,82 Persen, Pemkot Tasikmakaya Jaga Harga Pangan

Pemkot Tasikmalaya kendalikan inflasi
Pedagang beras di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya menjajakan dagangannya, Rabu (17/6/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Saat ini inflasi tercatat sebesar 2,82 persen, masih berada dalam rentang sasaran nasional.

Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dikhawatirkan memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, hingga saat ini dampaknya belum dirasakan secara langsung terhadap harga komoditas pangan di pasar.

Baca Juga:Kinerja APBD 2026 Tak Sesuai Proyeksi, Pemkot Tasikmalaya Mulai Lakukan EvaluasiLapas Tasikmalaya Tegaskan Pembinaan Bukan Sekadar Hukuman

“Angkutan distribusi barang umumnya masih menggunakan BBM subsidi. Berdasarkan laporan Dinas Indag melalui sistem pemantauan harga, beberapa komoditas memang mengalami kenaikan, tetapi bukan disebabkan langsung oleh kenaikan BBM,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan pelemahan rupiah memang perlu diwaspadai, namun yang lebih menentukan kondisi ekonomi masyarakat adalah stabilitas inflasi.

Inflasi Kota Tasikmalaya yang masih berada di angka 2,82 persen menunjukkan harga kebutuhan pokok relatif terkendali sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Pemkot bersama Bank Indonesia pun berkomitmen memperkuat operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, pemetaan distribusi hasil pertanian, hingga pengamanan stok pangan agar gejolak ekonomi global tidak berubah menjadi tekanan di dapur masyarakat.

Di tengah kurs rupiah yang masih bergejolak, Pemkot memilih fokus menjaga harga tetap bersahabat. Sebab, bagi masyarakat, yang paling terasa bukan angka di papan kurs, melainkan harga beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok di meja makan. (rezza rizaldi)

0 Komentar