GARUT, RADARTASIK.ID – Upaya memperluas akses keuangan syariah tak lagi berhenti di ruang seminar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menggandeng Persatuan Islam (PERSIS) untuk membawa layanan keuangan syariah lebih dekat ke masyarakat, bahkan hingga tingkat desa dan komunitas.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan School of Syariah (SoS) dan implementasi Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Auditorium Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Garut, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga:Inflasi 2,82 Persen, Pemkot Tasikmakaya Jaga Harga PanganKinerja APBD 2026 Tak Sesuai Proyeksi, Pemkot Tasikmalaya Mulai Lakukan Evaluasi
Sebanyak 430 peserta dari lingkungan PERSIS dan masyarakat Kabupaten Garut mengikuti kegiatan hasil kolaborasi OJK, PERSIS, KNEKS, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Unit Usaha Syariah PT Pegadaian.
Program itu merupakan lanjutan dari Pra-EPIKS yang digelar secara daring pada 8 Juni 2026 dan diikuti 214 peserta.
Dalam rangkaian tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai literasi keuangan syariah sekaligus diperkenalkan dengan Agen Layanan Keuangan Syariah yang diharapkan mampu membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat yang selama ini masih terbatas.
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK M Ismail Riyadi mengatakan, organisasi kemasyarakatan Islam memiliki posisi strategis dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah.
“Organisasi kemasyarakatan Islam merupakan mitra strategis dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah karena memiliki semangat pemberdayaan yang kuat sehingga dapat memperkuat solidaritas sosial, memperluas akses masyarakat terhadap potensi ekonomi, serta meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan melalui organisasi masyarakat menjadi cara efektif agar edukasi keuangan syariah tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal berbasis syariah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Garut menyambut positif sinergi tersebut.
Bupati Garut yang diwakili Sekretaris Daerah Nurdin Yana menilai program ini menjadi langkah konkret memperluas akses layanan keuangan hingga menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.
Baca Juga:Lapas Tasikmalaya Tegaskan Pembinaan Bukan Sekadar HukumanSR 41 Kota Tasikmalaya Jadi Penawar Putus Sekolah, Menteri PPA Ingatkan Pengasuh Jangan Lengah
“Kami menyambut baik kolaborasi antara OJK, KNEKS, PERSIS, dan seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program EPIKS dan School of Syariah di Kabupaten Garut. Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penguatan peran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perluasan akses layanan keuangan syariah hingga tingkat komunitas,” tuturnya.
