Hari Pramuka ke-65, SD Islam Al Misbah Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

pendidikan karakter melalui Pramuka
Sejumlah siswa SD Islam Al Misbah foto bersama pembina pramuka, beberapa waktu lalu. (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SD Islam Al Misbah menjadikan peringatan Hari Pramuka ke-65 sebagai momentum untuk menguatkan pendidikan karakter peserta didik melalui nilai kemandirian, kedisiplinan, gotong royong, cinta tanah air, dan kepedulian sosial.

Pembina Pramuka Penggalang Putra SD Islam Al Misbah, Dendi Arif Rohmatulloh SPd, mengatakan, nilai-nilai kepramukaan perlu menjadi bagian dari keseharian siswa. Pramuka, menurutnya, tidak cukup dipahami sebagai kegiatan yang berkaitan dengan seragam atau upacara, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan kebiasaan.

“Bagi peserta didik, Pramuka bukan cuma seragam, tapi cara hidup. Nilai kemandirian, cinta tanah air, dan kepedulian sosial harus dipraktikkan tiap hari, bukan cuma pas upacara,” kata Dendi.

Baca Juga:Tiga Siswa MAN 1 Tasikmalaya Terpilih Jadi Paskibraka Jabar dan KabupatenTim Dosen UPI Dampingi Ibu-Ibu KWT di Sukajadi Ciamis Sulap Hasil Aquaponik Jadi Keripik Bayam dan Dimsum Lele

Penerapan nilai tersebut dilakukan melalui berbagai aktivitas yang mendorong siswa terlibat secara langsung. Latihan ketangkasan dan pionering, misalnya, diarahkan untuk melatih kerja sama, kreativitas, dan kemandirian.

Sementara kegiatan bakti sosial serta bersih lingkungan menjadi sarana menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Selain itu, pembinaan Pramuka juga menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab siswa. Kebiasaan sederhana seperti menjalankan tugas dalam regu, menjaga perlengkapan, serta mengikuti kegiatan dengan tertib menjadi latihan bagi siswa untuk bertanggung jawab terhadap perannya.

Dendi menilai minat siswa terhadap kegiatan Pramuka masih cukup baik. Antusiasme mereka cenderung meningkat ketika kegiatan dikemas secara menarik, melibatkan aktivitas fisik, dan memberikan tantangan yang sesuai dengan usia peserta didik.

Karena itu, perkembangan teknologi juga dinilai tidak harus menjadi penghalang bagi kegiatan kepramukaan. Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan Pramuka dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian generasi saat ini.

“Sekolah bisa mengombinasikan tradisi dengan kekinian. Misalnya membuat konten TikTok atau Instagram challenge Pramuka, mendokumentasikan kegiatan dengan video, dan menggunakan aplikasi SKU digital,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membuat kegiatan Pramuka tetap menarik tanpa menghilangkan nilai-nilai yang menjadi dasar pembinaannya.

Baca Juga:STMIK DCI Dorong UMKM Sadulur Tasikmalaya Naik Kelas lewat AI dan Meta AdsSulalatul Huda, Warisan  Terbesar dari Sang Kiai!

Dengan begitu, peringatan Hari Pramuka tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi bagian dari proses membentuk peserta didik yang mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan memiliki rasa cinta tanah air. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar