Salah satu momen paling ikonik dalam kariernya bersama Inter terjadi pada laga terakhir Serie A musim 2007/2008 melawan Parma.
Saat itu, Ibrahimović baru pulih dari cedera dan memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Ketika Inter kesulitan mencetak gol, ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mencetak dua gol kemenangan yang memastikan Scudetto tetap berada di tangan Nerazzurri, sekaligus menggagalkan ambisi AS Roma.
Baca Juga:Spalletti Minta CEO Baru Juventus Datangkan Brahim Diaz Jurnalis Italia Tuding Manajemen AC Milan Amatiran: Milan Terlihat Seperti Klub yang Baru Belajar Berjalan
Dalam wawancara yang sama, Materazzi juga mengenang hubungannya dengan José Mourinho, pelatih yang membawa Inter meraih treble bersejarah pada 2010.
Menurut Materazzi, Mourinho langsung menunjukkan perhatian kepadanya bahkan sebelum keduanya bekerja sama di Inter.
“Saat Mourinho datang, saya meminta agen saya untuk menanyakan apakah dia menginginkan saya di tim. Jawabannya adalah ya, tentu saja,” kenang Materazzi.
Ia kemudian menceritakan pesan pertama yang diterimanya dari Mourinho setelah gagal bersama Timnas Italia di Piala Eropa.
“Setelah saya kalah melalui adu penalti di Euro, Mourinho mengirim pesan kepada saya. Dia berkata: ‘Sepak bola memang seperti ini. Pulihkan dirimu, kita bertemu 25 hari lagi’. Saya menjawab: ‘Tidak, kita bertemu 21 hari lagi karena saya akan kembali lebih cepat. Saya ingin dilatih oleh Anda’,” ujarnya.
Hubungan keduanya kemudian berkembang menjadi salah satu ikatan paling kuat antara pelatih dan pemain dalam sejarah Inter.
Materazzi juga berbicara mengenai pengalamannya bersama Roberto Mancini dan mengakui hubungan mereka tidak selalu berjalan mulus.
Baca Juga:CEO Juventus Bebas Belanja Hingga Rp1 Triliun, CEO AC Milan Wajib Lapor Pemilik untuk Beli Pemain Rp200 MiliarTak Perlu Lapor Pemilik, Tanda Tangan CEO Baru Juventus Bisa Beli Pemain Seharga Rp1 Triliun
“Kami mengalami masa-masa baik dan buruk. Pada satu periode dia tidak terlalu mempercayai saya. Saya berharap setidaknya bisa bermain sesekali, tetapi saya tidak dimainkan dan dia mengatakannya secara langsung,” kata Materazzi.
Bahkan, mantan bek Timnas Italia itu mengaku pernah meninggalkan hotel tim karena kecewa dengan situasinya.
Namun semuanya berubah setelah ia membantu Italia menjuarai Piala Dunia 2006.
“Setelah saya menjadi juara dunia, semuanya berubah. Bahkan ketika kondisi saya tidak 100 persen, saya tetap dimainkan,” ungkapnya.
Materazzi juga mengomentari perjalanan Cristian Chivu yang kini sukses membangun karier sebagai pelatih.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan mantan rekan setimnya itu akan menjadi pelatih ketika masih aktif bermain.
