RADARTASIK.ID – AC Milan kembali menjadi sorotan tajam media Italia.
Kali ini, kritik datang dari jurnalis Lorenzo Di Benedetto yang menilai manajemen Rossoneri sedang dikelola layaknya klub amatir, terutama setelah keputusan besar merombak seluruh jajaran pimpinan olahraga tanpa memiliki pengganti yang siap bekerja.
Dalam analisisnya, Di Benedetto menggambarkan situasi Milan saat ini sebagai sebuah kekacauan yang sulit dipercaya untuk klub sebesar peraih tujuh gelar Liga Champions tersebut.
Baca Juga:Tak Perlu Lapor Pemilik, Tanda Tangan CEO Baru Juventus Bisa Beli Pemain Seharga Rp1 Triliun Real Madrid Beli 4 Pemain Bintang, Mourinho Minta Datangkan Enzo Fernandez
“Lebih dari sebuah klub sepak bola, Milan saat ini terlihat seperti klub yang baru belajar berjalan, klub amatir yang bergerak tanpa arah yang jelas,” tulisnya.
Kritik tersebut muncul setelah keputusan mengejutkan manajemen pada 25 Mei lalu.
Sehari setelah Milan dipastikan gagal lolos ke Liga Champions, klub mengumumkan pemecatan empat figur penting sekaligus, yakni CEO Giorgio Furlani, direktur olahraga Igli Tare, pelatih Massimiliano Allegri, dan direktur teknik Geoffrey Moncada.
Masalahnya, hingga berminggu-minggu setelah pengumuman itu, Milan belum berhasil menunjuk pengganti permanen untuk posisi-posisi strategis tersebut.
Penolakan yang datang dari Markus Krosche, Timmo Hardung, dan sebelumnya Ralf Rangnick semakin memperlihatkan bahwa proyek restrukturisasi yang dirancang pemilik klub Gerry Cardinale belum berjalan sesuai rencana.
Menurut Di Benedetto, kesalahan terbesar Milan bukanlah memecat para petinggi tersebut, melainkan melakukannya tanpa terlebih dahulu mengamankan sosok pengganti.
Di sinilah ia membandingkan langkah Milan dengan rival abadinya, Juventus.
Ketika Juventus memutuskan berpisah dengan Damien Comolli, manajemen Bianconeri tidak terburu-buru mengumumkan keputusan tersebut.
Klub terlebih dahulu mengamankan kesepakatan dengan Giovanni Carnevali dari Sassuolo sebelum melakukan pergantian.
Baca Juga:Jurnalis Italia Minta Cardinale Mundur: Sejarah Milan Tak Bisa Diperlakukan Seperti IniPresiden AC Milan Minta Fans Dukung Ruben Amorim: Percayalah pada Sentuhan Ajaib Cardinale
Hasilnya, tidak ada satu pun kursi penting yang kosong di Turin. Aktivitas transfer, negosiasi kontrak, hingga perencanaan musim baru tetap berjalan tanpa hambatan.
Perbedaan filosofi itu semakin terlihat setelah rincian kewenangan Giovanni Carnevali di Juventus terungkap ke publik.
Carnevali memperoleh mandat yang sangat luas dari pemilik Juventus, John Elkann.
Ia dapat menyelesaikan transfer pemain hingga €50 juta atau sekitar Rp1 triliun hanya dengan satu tanda tangan.
