RADARTASIK.ID – Kekacauan yang melanda AC Milan setelah berakhirnya musim 2025/2026 terus menuai kritik dari berbagai kalangan.
Kali ini sorotan tajam datang dari jurnalis Italia Lorenzo Di Benedetto yang secara terbuka meminta pemilik klub, Gerry Cardinale, untuk mundur apabila tidak mampu mengelola Rossoneri secara serius.
Dalam kolom editorial yang diterbitkan Tuttomercatoweb, Di Benedetto menggambarkan kondisi AC Milan saat ini sebagai situasi yang jauh dari standar klub elite Eropa.
Baca Juga:Resmi! AS Roma Kena Denda Rp120 Miliar Usai Gagal Penuhi Target Aturan Financial Fair PlayRonaldo Jadi Beban Portugal: Nol Tembakan Tepat Sasaran, Kalah Duel Udara dan Tak Ada Dribel Sukses
Menurutnya, apa yang terjadi di tubuh Rossoneri lebih mirip sebuah klub amatir yang kehilangan arah ketimbang institusi sepak bola bersejarah yang telah memenangkan tujuh trofi Liga Champions.
“Lebih tepat membicarakan sebuah klub pemula dibandingkan klub besar. Milan menjalani awal musim panas yang penuh kekacauan, ketidakjelasan, penolakan demi penolakan, dan banyak posisi penting yang masih kosong,” tulis Di Benedetto.
Menurut Di Benedetto, titik awal kekacauan terjadi pada 25 Mei lalu, sehari setelah AC Milan dipastikan gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Saat itu manajemen klub mengeluarkan pernyataan resmi yang mengejutkan banyak pihak.
Dalam satu pengumuman sekaligus, Milan memutuskan mengakhiri kerja sama dengan sejumlah figur penting di klub.
Nama-nama yang disebut dalam pengumuman tersebut antara lain CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, pelatih Massimiliano Allegri, serta Direktur Teknik Geoffrey Moncada.
Manajemen menjanjikan restrukturisasi besar-besaran dan menyatakan bahwa pengumuman mengenai pengganti mereka akan disampaikan dalam waktu dekat agar struktur organisasi siap menghadapi musim baru.
Namun hingga pertengahan Juni, janji tersebut belum juga terealisasi.
Baca Juga:Inter Gigit Jari? Arsenal Siapkan Rp1 Triliun untuk Bajak Manu Kone dari AS RomaDi Marzio Yakin Amorim Akan Bawa Hjulmand dan Trincao ke AC Milan
Sebaliknya, Milan justru terus menerima penolakan dari sejumlah kandidat yang diincar untuk mengisi posisi penting di klub.
Setelah gagal mendapatkan Ralf Rangnick, Rossoneri juga dikabarkan ditolak Markus Krosche dan Timmo Hardung.
Situasi ini membuat Milan tertinggal dibanding klub-klub rival yang sudah mulai bergerak aktif menyusun skuad dan strategi menghadapi musim baru.
Di Benedetto menilai kesalahan terbesar Cardinale dan manajemen Milan adalah memberhentikan seluruh petinggi klub tanpa terlebih dahulu mengamankan pengganti mereka.
Ia kemudian membandingkan situasi tersebut dengan langkah yang dilakukan Juventus.
