Menurutnya, Juventus menunjukkan perencanaan yang jauh lebih matang ketika melakukan pergantian manajemen.
Sebelum melepas Damien Comolli, Bianconeri lebih dulu memastikan kesepakatan dengan sosok pengganti yang dianggap tepat.
Setelah semua proses selesai, barulah Juventus mengumumkan perubahan struktur organisasi.
Strategi itu membuat aktivitas klub tetap berjalan normal tanpa ada kekosongan jabatan, termasuk dalam urusan bursa transfer.
Baca Juga:Resmi! AS Roma Kena Denda Rp120 Miliar Usai Gagal Penuhi Target Aturan Financial Fair PlayRonaldo Jadi Beban Portugal: Nol Tembakan Tepat Sasaran, Kalah Duel Udara dan Tak Ada Dribel Sukses
“Milan justru melakukan kebalikannya. Mereka memecat semua orang terlebih dahulu tanpa memiliki penerus yang siap bekerja. Ini kesalahan yang sangat besar,” tulis Di Benedetto.
Kritik juga diarahkan kepada Zlatan Ibrahimovic yang selama ini dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam proyek Cardinale.
Menurut Di Benedetto, mantan striker legendaris Swedia itu tidak memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin restrukturisasi besar di tingkat manajemen klub sebesar AC Milan.
Kondisi semakin rumit karena Ibrahimovic saat ini berada di Amerika Serikat untuk menjadi komentator Piala Dunia Antarklub, sementara Cardinale sendiri sudah lama tidak terlihat di Milan.
Akibatnya muncul pertanyaan besar mengenai siapa yang sebenarnya mengendalikan klub saat ini.
“Siapa yang akan menyambut Ruben Amorim ketika ia tiba dan mulai bekerja? Sulit menjawabnya karena saat ini Milan nyaris tidak memiliki struktur kepemimpinan yang jelas,” tulisnya.
Di bagian paling tajam dari editorialnya, Di Benedetto meminta Gerry Cardinale berbicara secara terbuka kepada para pendukung Rossoneri mengenai masa depan klub.
Baca Juga:Inter Gigit Jari? Arsenal Siapkan Rp1 Triliun untuk Bajak Manu Kone dari AS RomaDi Marzio Yakin Amorim Akan Bawa Hjulmand dan Trincao ke AC Milan
Menurutnya, para fans berhak mengetahui arah proyek yang sedang dibangun oleh pemilik RedBird Capital tersebut.
Jika Cardinale tidak mampu memberikan perhatian penuh kepada Milan, ia menyarankan agar pengusaha asal Amerika Serikat itu mempertimbangkan untuk melepas kendali klub kepada pihak lain yang lebih siap.
“Para suporter berhak mengetahui apa sebenarnya rencana Cardinale. Jika ia tidak bisa mengikuti perkembangan klub dari dekat, maka lebih baik menyingkir. Sejarah Milan tidak bisa diperlakukan seperti ini,” tegas Di Benedetto.
Kritik Di Benedetto mencerminkan keresahan yang saat ini berkembang di kalangan pendukung AC Milan.
Gagal lolos ke Liga Champions telah menjadi pukulan besar bagi klub. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah ketidakjelasan arah manajemen menjelang musim baru.
