RADARTASIK.ID – Portugal gagal memberikan kesan meyakinkan pada laga perdana mereka di Piala Dunia 2026.
Tim asuhan Roberto Martinez hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo, sementara sorotan terbesar justru mengarah kepada sang kapten, Cristiano Ronaldo, yang tampil jauh di bawah ekspektasi.
Debut Ronaldo di turnamen ini menjadi kontras dengan apa yang dilakukan Lionel Messi beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga:Inter Gigit Jari? Arsenal Siapkan Rp1 Triliun untuk Bajak Manu Kone dari AS RomaDi Marzio Yakin Amorim Akan Bawa Hjulmand dan Trincao ke AC Milan
Jika Messi membuka perjalanan Argentina dengan penampilan spektakuler dan hattrick ke gawang Aljazair, maka Ronaldo justru menjalani malam yang sulit di Houston.
Atmosfer stadion sebenarnya sangat mendukung. Ribuan pendukung Portugal datang dengan harapan melihat CR7 kembali menunjukkan magisnya setelah mencetak 30 gol bersama Al Nassr sepanjang musim. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Portugal memang sempat unggul lebih dulu melalui Joao Neves, tetapi gol penyama kedudukan Yoane Wissa pada masa injury time membuat Selecao harus puas membawa pulang satu poin.
Hasil tersebut semakin terasa pahit karena Ronaldo gagal memberikan kontribusi signifikan sepanjang pertandingan.
Sejak menit-menit awal, tanda-tanda kesulitan Ronaldo sudah terlihat jelas.
Penyerang berusia 41 tahun itu nyaris tidak terlibat dalam permainan. Sebagian besar sentuhan bolanya hanya berupa umpan sederhana dan tidak pernah benar-benar mengancam gawang kiper Mpasi Nzau.
Pada babak pertama, Ronaldo bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan ke arah gawang.
Ia kesulitan mendapatkan ruang di kotak penalti dan kalah dominan dalam duel udara, sesuatu yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan utamanya.
Baca Juga:Marco Bucciantini Heran AC Milan Pilih Amorim: Ibrahimovic dan Cardinale Meremehkan MilanismoAdik Berlusconi Kesal AC Milan Tak Kenang Hari Wafat Kakaknya: Orang Amerika Tidak Peka
Minimnya pengaruh Ronaldo sempat tertutupi karena Portugal masih memimpin hingga penghujung babak pertama.
Namun setelah Kongo berhasil menyamakan skor, perhatian langsung tertuju pada ketidakmampuan sang kapten untuk menjadi pembeda.
Memasuki babak kedua, Roberto Martinez mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Francisco Conceicao menggantikan Bernardo Silva.
Harapannya, Portugal bisa tampil lebih agresif dan Ronaldo mendapatkan lebih banyak suplai bola.
Sayangnya, perubahan itu tidak menghasilkan dampak yang diinginkan.
Ronaldo memang beberapa kali memperoleh peluang, tetapi penyelesaiannya jauh dari kata efektif.
Ia melepaskan tembakan yang melenceng dari posisi menjanjikan, gagal memanfaatkan bola liar di kotak penalti, dan kembali membuang kesempatan pada masa tambahan waktu.
