Yang paling mencolok, tidak satu pun percobaannya mengarah tepat ke sasaran.
Statistik akhir pertandingan menggambarkan betapa sulitnya malam yang dijalani mantan bintang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus tersebut.
Ronaldo hanya mencatatkan 25 sentuhan bola, nol tembakan tepat sasaran, serta tidak berhasil melakukan satu pun dribel sukses.
Baca Juga:Inter Gigit Jari? Arsenal Siapkan Rp1 Triliun untuk Bajak Manu Kone dari AS RomaDi Marzio Yakin Amorim Akan Bawa Hjulmand dan Trincao ke AC Milan
Lebih mengkhawatirkan lagi, ia kini telah menjalani 10 pertandingan beruntun di ajang Piala Dunia dan Piala Eropa tanpa mencetak gol.
Gol terakhir Ronaldo di turnamen besar bersama Portugal tercipta saat menghadapi Ghana pada fase grup Piala Dunia 2022.
Data tersebut semakin memperkuat perdebatan yang mulai muncul di Portugal: apakah Ronaldo masih menjadi aset utama tim atau justru mulai menjadi penghambat perkembangan permainan Selecao?
Secara status, Ronaldo tetap merupakan ikon terbesar sepak bola Portugal.
Pengaruhnya di ruang ganti dan daya tariknya di mata publik tidak perlu diragukan lagi. Namun situasi di lapangan mulai menunjukkan cerita berbeda.
Beberapa kali terlihat rekan-rekannya berusaha memaksakan bola kepada Ronaldo meski tersedia opsi yang lebih baik.
Salah satu contohnya terjadi ketika Conceicao berhasil masuk ke kotak penalti dan memiliki ruang untuk melepaskan tembakan dengan kaki kirinya.
Alih-alih menembak, ia memilih mengirim umpan sulit kepada Ronaldo yang akhirnya gagal dimanfaatkan.
Baca Juga:Marco Bucciantini Heran AC Milan Pilih Amorim: Ibrahimovic dan Cardinale Meremehkan MilanismoAdik Berlusconi Kesal AC Milan Tak Kenang Hari Wafat Kakaknya: Orang Amerika Tidak Peka
Kondisi ini membuat permainan Portugal terlihat kurang cair. Fokus yang terlalu besar kepada Ronaldo kerap mengurangi kebebasan pemain lain untuk mengambil keputusan terbaik di area sepertiga akhir lapangan.
Keputusan Martinez yang baru memasukkan Goncalo Ramos pada menit ke-83 juga memunculkan pertanyaan.
Dengan skor masih imbang, banyak pihak menilai Portugal seharusnya lebih cepat menambah daya gedor di lini depan.
Namun keberadaan Ronaldo membuat opsi memainkan dua penyerang murni menjadi lebih rumit.
Kini Portugal harus segera berbenah sebelum menghadapi Uzbekistan pada 23 Juni mendatang.
Laga tersebut menjadi kesempatan penting bagi Martinez untuk menemukan formula yang tepat agar Ronaldo kembali menjadi nilai tambah bagi tim, bukan sekadar simbol besar yang sulit digantikan.
Meski menuai kritik, Ronaldo tetap berusaha menunjukkan sikap positif. Melalui akun media sosialnya, ia mengajak seluruh tim untuk segera bangkit.
