“Tidak, karena saat menjadi pemain dia benar-benar menikmati perannya hingga akhir karier. Namun ketika mendapat kesempatan melatih tim muda Inter, dia membangun jalannya sendiri dengan sabar,” tututp Materazzi.
Menurutnya, Chivu telah menunjukkan perkembangan yang konsisten sejak menangani akademi Inter hingga mendapat kesempatan melatih Parma.
Bahkan dengan nada bercanda, Materazzi mengatakan bahwa jika Chivu datang menggantikan Mourinho setelah era treble, Inter mungkin bisa memenangkan lebih banyak gelar liga.
Baca Juga:Spalletti Minta CEO Baru Juventus Datangkan Brahim Diaz Jurnalis Italia Tuding Manajemen AC Milan Amatiran: Milan Terlihat Seperti Klub yang Baru Belajar Berjalan
Terlepas dari berbagai cerita tersebut, satu pernyataan Materazzi yang paling menyita perhatian tetaplah pujiannya kepada Zlatan Ibrahimović.
Meski terlihat memuji, Materazzi yang merupakan legenda Inter seolah mengatakan bahwa Ibrahimović “membantu Inter” dengan cara membuat rival sekota mereka mengalami masa sulit.
Dengan kata lain, Ibrahimović disebut “interista terbesar” bukan karena prestasinya saat bermain untuk Inter, melainkan karena keputusan-keputusannya di Milan dianggap merugikan Rossoneri.
